LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Anak usaha Pertamina percepat pembangunan 3 PLTP berkapasitas 165 MW

Hingga kuartal I-2016, produksi panas bumi Pertamina capai 761,51 GWH.

2016-06-17 15:48:16
Panas bumi
Advertisement

Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berupaya merealisasikan tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTP) berkapasitas total 165 megawatt tahun ini. Percepatan proyek pembangunan dari target awal itu guna mendukung program pemerintah dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Tiga PLTP tersebut adalah PLTP unit tiga di Ulubelu Lampung berkapasitas 55 megawat, PLTP Lahendong unit 5 di Sulawesi Utara berkapasitas 55 megawatt, dan unit satu PLTP Karaha di Jawa Barat berkapasitas 55 megawatt. Proyek Ulubelu unit tiga dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2016 sesuai dengan target rencana tanggal operasi komersial (commercial operation date/COD). Sementara, proyek Lahendong unit Lima dijadwalkan mulai beroperasi Desember 2016. Sedangkan, PGE juga mulai mengoperasikan proyek Karaha Unit 1 berkapasitas 55 megawatt pada Desember 2016.

"Total tambahan kapasitas terpasang dari proyek-proyek panas bumi PGE dalam pengembangan di atas 160 MW. Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE sebesar 437 megawatt," ujar Sekretaris Perusahaan PGE Tafif Azimudin di Jakarta, Jumat (17/6).

Advertisement

PGE juga telah menuntaskan pemboran untuk sumur di PLTP yang akan on streaming. Masing-masing dua pemboran eksplorasi sumur pada proyek Ulubelu unit 3, pemboran eksplorasi 2 sumur di Lahendong unit 5, dan pemboran KURS tiga sumur pada proyek Karaha unit 1.

Pengoperasian PLTP diproyeksikan meningkatkan produksi listrik panas bumi Pertamina. Sepanjang 2015, produksi panas bumi Pertamina sebesar 3.056,82 GWH, naik dibandingkan 2014 sebesar 2.831,40 GWH dan dan 2013 sebesar 2.961,85 GWH.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), hingga kuartal I-2016, produksi panas bumi Pertamina mencapai 761,51 GWH atau naik 6,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Selain itu, sepanjang Januari-April 2016, biaya operasi turun menjadi USD 3,1 dolar per ton dibandingkan sepanjang 2015 sebesar USD 3,7 per ton atau 2014 sebesar USD 3,4 ton dan 2013 sebesar USD 3,5 per ton.

Advertisement

Anggota Dewan Energi Nasional sekaligus Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Abadi Purnomo, mengatakan percepatan COD biasanya sebagai dampak dari percepatan penyelesaian engineering, procurement and contract (EPC) baik karena performa kontraktor dari sisi manajemen proyek, finansial maupun kapabilitas dan ketersediaan uap di kepala sumur. Khususnya di proyek Ulubelu karena ini sudah unit ketiga, infrastruktur sudah tersiapkan dengan baik.

"Biaya pembangunan memang PLTP mahal karena kita merambah kesumber daya dibawah tanah dengan uncertainty dan risiko yang sangat besar," kata Abadi.

Untuk membangun energi dari panas bumi, kata Surya, investasi yang diperlukan semuanya dikeluarkan diawal pembangunannya sebelum menghasilkan listrik dan jumlahnya sangat signifikan besar. Untuk mendapatkan 1 megawatt rata-rata diperlukan dana sekitar USD 2 juta sampai menghasilkan listrik diperlukan biaya sampai USD 4 juta per megawatt. Hal ini disebabkan mencari sumber daya panas bumi sampai menghasilkan uap panas bumi menghadapi berbagai macam risiko

"Pada masa pemeliharaannya membutuhkan biaya yang relatif sedikit. Biaya yg diperlukan untuk pemboran sumur produksi bisa mencapai USD 5-7 juta per sumur sedangkan sumur injeksi sekitar USD 4 juta per sumur," ujar Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Suryadarma.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.