LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Anak usaha Pertamina ekspor pelumas ke 14 negara

"Untuk pelumas yang kita pasarkan sudah ada di 14 negara. Jadi Insya Allah ini bisa membawa nama harum Merah Putih."

2016-10-29 15:00:00
Pertamina
Advertisement

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Lubricant terus melakukan ekspansi bisnis pelumasnya. Tidak hanya di dalam negeri, ekspansi bisnis ini juga dilakukan di luar negeri.

Pertamina Lubricants saat ini melakukan ekspor pelumas ke 14 negara baru di pasar global. Beberapa negara tujuan ekspor yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, Jepang, Australia, China, Afrika Selatan, Nigeria, Yaman.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Lubricant, Arya Dwi mengaku senang pihaknya dapat memperluas penjualan ke pasar global. Dengan demikian, diharapkan Indonesia akan semakin diperhitungkan.

Advertisement

"Untuk pelumas yang kita pasarkan sudah ada di 14 negara. Jadi Insya Allah ini bisa membawa nama harum Merah Putih," ujarnya dalam diskusi Forum Wartawan Industri di Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/10).

Tidak hanya itu, perusahaan saat ini juga telah memiliki pabrik di Thailand. Di negeri Gajah Putih tersebut, pabrik Pertamina Lubricant mampu memproduksi 500 ribu kilo liter (KL) pelumas.

"Ini gambaran produksi Pertamina. Kami juga sudah operasikan satu pabrik di Thailand, jadi Merah-Putih sudah ada di luar negeri," tandasnya.

Advertisement

Sebagai informasi, saat ini Pertamina Lubricant memiliki 4 pabrik baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Di antaranya Gresik, Tanjung Priok, Jawa Tengah dan satu pabrik di Thailand.

Untuk pabrik yang di Thailand, Pertamina Lubricant telah mengakuisisi 75 persen kepemilikan produsen pelumas asal Bangkok, AMACO Production Co Ltd. Dengan diakusisinya pabrik pelumas tersebut maka di 2016, nama AMACO Production berubah menjadi Pertamina Lubricant Thailand.

Dengan pabrik baru tersebut, perseroan menargetkan adanya peningkatan produksi pelumas di kawasan Indochina dari poisisi sekitar 4 juta liter per tahun menjadi 12 juta liter dalam kurun waktu lima tahun.

Baca juga:
Pengamat: Bisnis panas bumi butuh yang berpengalaman
Pertamina diyakini mampu tingkatkan produksi gas Blok Mahakam
Jonan: Tak masalah Pertamina rugi Rp 800 M terapkan BBM satu harga
PGE dinilai paling ideal ambil alih aset panas bumi Chevron
Pertamina butuh Rp 800 miliar wujudkan BBM satu harga

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.