Anak usaha J Resources tandatangani amandemen Kontrak Karya
Salah satu perusahaan pemegang Kontrak Karya, PT JResources Bolaang Mongondow (JRBM) telah menandatangani Amandemen Kontrak Karya. Perusahaan tambang emas pemilik konsesi di Kabupaten Bolaang Mondow, Sulawesi Utara merupakan anak usaha dari PT JResources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Salah satu perusahaan pemegang Kontrak Karya, PT JResources Bolaang Mongondow (JRBM) telah menandatangani Amandemen Kontrak Karya. Perusahaan tambang emas pemilik konsesi di Kabupaten Bolaang Mondow, Sulawesi Utara merupakan anak usaha dari PT JResources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Direktur Utama PT JResources Bolaang Mongodow Edi Permadi mengatakan penandatanganan amandemen kontrak karya yang dilakukan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mematuhi setiap regulasi di sektor pertambangan.
"Ini wujud komitmen kami untuk mematuhi amanat UU mineral dan batu bara. Dari keenam pokok yang dilakukan amandemen semuanya sudah ada kesepakatan. Saat ini perusahaan sudah dimiliki oleh Orang Indonesia, dari sisi penerimaan negara pun sudah disepakati dan item-item lainnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/4).
Untuk diketahui, JRBM memegang izin Kontrak Karya dengan luas lahan 58.150 ha dari Pemerintah Pusat dan telah mengidentifikasi deposit cadangan mineral sebanyak 491.756 oz di lahan seluas 400 ha di Blok Lanut Utara dan sebesar 837.843 oz di lahan seluas 700 Ha di Blok Bakan.
Tambang Bakan sudah mulai produksi di Desember tahun 2013 dengan masa kontrak karya sampai tahun 2034. Kemudian tambang Lanut Utara mulai produksi sejak tahun 2004.
Di Indonesia, JResources telah memiliki beberapa tambang emas yang sudah produksi selain yang dikelola PT JResources Bolaang Mongondow. Ada tambang emas di Seruyung, Kalimantan Utara. Tambang ini dikelola PT Sago Prima Pratama. PT Sago Prima Pratama (SPP) sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), mengoperasikan tambang emas dengan luas konsesi sebsar 3.560 Ha. Tambang ini pun sejak Januari 2014 sudah mulai dilakukan komisioning atas fasilitas produksi. Identifikasi deposito cadangan mineral pada tambang ini diperkirakan sebesar 420.297 oz.
Baca juga:
Pengusaha tambang ogah ubah kontrak, Jonan tunggu arahan Jokowi
Sejarah berdarah perjuangan warga Bangka hingga izin tambang dicabut
Warga Bangka desak pemerintah perbaiki ekologis area bekas tambang
ESDM sebut revisi aturan menteri bukan hanya demi Freeport
Jokowi minta Kalsel lepas ketergantungan dari pertambangan
Nekatnya penambang emas tradisional di Nikaragua demi bertahan hidup
Tambang batu bara dituding ikut jadi penyebab banjir di Samarinda