Amerika siap 'perang' dengan Iran dalam menjual minyak bumi
Amerika bersiap untuk mengekspor minyak mentah ke pasar global.
Iran dan enam negara Barat dipimpin Amerika Serikat beberapa waktu lalu telah berhasil menuntaskan perjanjian terkait teknologi nuklir. Hasilnya, Iran diizinkan memiliki teknologi nuklir untuk tujuan damai. Dengan demikian, sanksi ekonomi yang sejak tiga tahun terakhir menimpa Negeri Para Mullah itu dicabut.
Dicabutnya sanksi ekonomi memungkinkan Iran untuk kembali ke panggung ekonomi dunia dan mengekspor barang termasuk minyak bumi.
Amerika sebagai salah satu negara produsen minyak tidak tinggal diam menanggapi kondisi ini. Senator Amerika Serikat menyiapkan langkah untuk memulai perang dengan Iran dalam penjualan minyak di pasar global.
Senator Republik, Lisa Murkowski mendesak agar RUU larangan ekspor minyak mentah Amerika segera dicabut. Dia menginginkan minyak AS dikirim ke luar negeri sehingga Amerika bisa bersaing dengan Iran. Dengan kata lain, dia mensponsori agar AS dan Iran bersaing di pasar minyak dunia.
Namun hal ini masih dalam perdebatan. Pada sidang komite perbankan senat, Lisa masih mempertanyakan kenapa Amerika Serikat mencabut sanksi Iran sehingga mereka bisa mengekspor minyak mentah. Namun diwaktu bersamaan, Amerika justru melarang ekspor minyak mentah.
"Sekarang ini kita membiarkan Iran ke pasar global dan terlibat dalam penjualan minyak mereka. Ini memungkinkan mereka mengumpulkan sumber daya dan kekayaan dari penjualan ini," ucap Murkowski seperti dikutip dari CNN di Jakarta, Rabu (29/7).
Larangan ekspor minyak di Amerika sudah ada sejak 1970-an. Kebijakan ini diambil untuk menjaga harga gas dan minyak tetap rendah. Selain itu, ini juga untuk menjaga keamanan nasional, khususnya disaat perang. Senator Demokrat dari New Jersey, Bob Menendez berpendapat ini perlu dipertahankan sebagai kunci keamanan energi Amerika.
"Kita harus memastikan dan memegang kunci keamanan energi kita dari pada mengekspor ke dunia," ucap Bob.
Pernyataan Bob langsung dibantah Murkowski. Dia mengatakan Amerika perlu mengekspor minyak sebagai alat diplomatik. "Ini (ekspor minyak) sebagai alat diplomatik untuk menekan Iran," katanya. Perdebatan hingga kini masih terus berlangsung.
Iran memiliki cadangan minyak dan gas terbesar ke-4 di dunia. Amerika menduga, dicabutnya sanksi ekonomi maka Iran akan mengekspor minyak mentah secara besar-besaran ke pasar global. Di kesempatan ini, produsen minyak AS ingin mengekspor minyak ke pasar global untuk mengambil keuntungan.
Ahli energi percaya, harga minyak dunia masih akan terus turun jika Iran menjual minyak mentah ke pasar global. Jika Amerika juga melakukan hal yang sama, maka dipastikan harga minyak dunia akan lebih rendah lagi.
(mdk/idr)