LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ambil divestasi Freeport, pemerintah kena 'jebakan batman'

Harga saham Freeport saat ini cenderung menurun.

2016-01-17 17:33:00
Freeport
Advertisement

Pemerintah saat ini tengah mengkaji nilai 10,64 persen divestasi saham yang ditawarkan PT Freeport Indonesia kepada pemerintah Indonesia. PT Freeport Indonesia membanderol 10,64 persen sahamnya senilai USD 1,7 miliar atau setara Rp 23,6 triliun.

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier menilai pemerintah akan masuk dalam 'jebakan batman' apabila menanggapi tawaran saham tersebut.

"Kalau sekarang beli saham Freeport namanya masuk jebakan Batman kalau pemerintah beli saham sekarang," kata Fuad di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu (17/1).

Advertisement

Fuad memaparkan, harga saham Freeport saat ini cenderung menurun. Apalagi menjelang berakhirnya masa kontrak penambangan Freeport di Indonesia jika renegosiasi di 2019 tidak mendapatkan kesepakatan baru dari pemerintah Indonesia.

"Harga itu akan cenderung terus menurun. Jadi menurut saya enggak akan ada swasta atau orang lain yang akan berani membeli saham itu karena harganya saja tahun 11-12 (2011-2012) itu masih USD 60 dolar, bulan lalu saja masih USD 8 dolar sekarang tinggal USD 3,5 dolar," jelas Fuad.

"Jadi memang harganya itu anjlok, kalau kita beli kan BUMN pasti bankrut, rugi, pemerintah juga beli rugi, saya rasa siapa juga tidak berani beli," imbuh dia.

Advertisement

Lebih lanjut, Fuad menilai apabila di 2019 ternyata pemerintah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Freeport, maka nilai saham yang dibeli pemerintah hanya akan seharga tisu toilet.

"Kalau tahun 2021 misalnya pemerintah memutuskan tidak memperpanjang itu saham yang dipunya itu menjadi seharga toilet tisu saja, jadi saya yakin gak ada seluruh dunia tawarkan kemana-mana saja keliling dunia tidak akan ada orang yang beli," jelas dia.

Fuad meminta pemerintah untuk menunggu hingga ada keputusan mengenai kontrak Freeport yang akan dibicarakan pada 2019.

"Mending nanti tunggu sampai 2019 ketika sudah ada mulai dilakukan negosiasi untuk perpanjangan atai tidak diperpanjang, kalau diperpanjang syarat-syaratnya bagaimana baru kita berani membeli, masa sekarang kita mau nyemplungin kaki dulu ke pembelian saham itu, tidak usah," pungkas dia.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.