LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Amankan Kebutuhan Ramadan, Indonesia Masih Butuh Impor Pangan

Kementerian Pertanian menjelaskan, Indonesia masih harus melakukan impor terhadap beberapa komoditas pokok mulai dari kedelai hingga gula. Hal itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan komoditas dalam negeri, apalagi Ramadan dan hari raya Idul Fitri akan segera datang.

2021-03-15 14:14:27
ekspor impor
Advertisement

Kementerian Pertanian menjelaskan, Indonesia masih harus melakukan impor terhadap beberapa komoditas pokok mulai dari kedelai hingga gula. Hal itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan komoditas dalam negeri, apalagi Ramadan dan hari raya Idul Fitri akan segera datang.

"Untuk sebagian komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula memang masih membutuhkan impor," ujar Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (15/3).

Momon membeberkan, hingga Mei 2021, Indonesia masih harus mengimpor kedelai sebanyak 1 juta ton. Untuk bawang putih, besarannya mencapai 257.000 ton. Lalu daging sapi/kerbau 145.000 ton dan gula pasir 646.000 ton.

Advertisement

Untuk gula pasir, terdapat kebutuhan terhadap gula rafinasi sekitar 3 juta ton (raw sugar). Momon mengatakan, total kebutuhan gula hingga Mei nanti mencapai hampir 6 juta ton.

"Kita baru memenuhi 2,1 jutanya (produksi gula konsumsi dan rafinasi dalam negeri hingga Mei 2021)," jelasnya.

Lanjut Momon, impor daging sapi/kerbau sendiri sebenarnya belum mencukupi kebutuhan hingga Mei mendatang karena masih akan defisit. "Khusus daging sapi, walau sudah impor, neraca sampai akhir Mei diperkirakan masih defisit sekitar 14.000 ton," jelasnya.

Advertisement

Sementara untuk komoditas lain mengalami surplus, seperti jagung sebesar 3,4 juta ton, bawang merah 28.000 ton, cabai besar 64.000 ton, cabai rawit 56.000 ton, daging ayam ras 202.000 ton, telur ayam ras 73.000 ton serta minyak goreng 475.000 ton.

Siap Impor, Mendag Lutfi Pastikan Stok Sembako Ramadan dan Lebaran Aman

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, memastikan stok kebutuhan bahan pokok untuk Ramadan dan Lebaran tahun ini sudah terpenuhi. Dia sudah memastikan mengenai hal ini sejak akhir 2020.

"Kita sudah bekerja untuk memastikan kecukupan dari bahan pokok dan bahan penting tersebut. Saya sudah memerintahkan untuk yang impor-impor," kata Mendag Lutfi dalam konferensi pers virtual pada Kamis (25/2).

Diungkapkannya, beberapa kebutuhan pokok yang sudah disiapkan antara lain gula, daging sapi, daging kerbau, dan beras. Namun, dia menolak mengungkapkan total barang yang diimpor, serta harga dan waktunya.

"Jumlah, harga dan kapan datangnya itu ada di kantong saya. Tapi saya yakin kita akan melalui Lebaran ini dengan baik," tuturnya.

Dia pun mengatakan Kemendag bergerak aktif memastikan ketersediaan semua kebutuhan tersebut.

"Impor-impor tersebut sudah beres sejak saya laksanakan 24 Desember, di mana saya baru dilantik tanggal 23 Desember. Bukan mereka yang nanya izin impor ke saya, tapi saya yang menelepon untuk tanya ke mereka apakah barang sudah dikirim atau belum," ungkapnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.