LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Alat penghemat listrik diminta dikaji lebih lanjut, ini alasannya

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, alat listrik penghemat energi (energy saver) harus diteliti lebih lanjut. Termasuk mengenai pihak yang memproduksi energy saver tersebut.

2018-08-16 13:58:27
ESDM
Advertisement

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, alat listrik penghemat energi (energy saver) harus diteliti lebih lanjut. Termasuk mengenai pihak yang memproduksi energy saver tersebut.

"Harus jelas dulu, harus hati-hati, siapa produsennya dan juga harus disampaikan kepada pemerintah juga kalau memang benar bisa menghemat listrik," tuturnya dalam Diskusi Energi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/8).

Jisman menambahkan, harus ada kepastian hukum yang jelas yang memastikan bahwa keberadaan energy saver memang berperan untuk menghemat listrik. "Smart card ini kita minta Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) PLN, tidak berpengaruh apa-apa. Kalau produsen alat ini mau tetap dipasarkan datanglah ke kantor, kita akan undang ahlinya," ujarnya.

Advertisement

"Kalau benar-benar baik, kita endors. Kita mendukung penghematan listrik tapi harus jelas dulu, negara ini negara hukum," tambah dia.

Sementara itu, Pengamat Kelistrikan Benny Marbun menjelaskan, energy saver tidak mengurangi biaya rekening listrik sama sekali. Melainkan, yang dihemat hanya energi reaktifnya saja.

"Alat ini tidak menghemat tagihan listrik. Kita tidak melarang, kita memberi pencerahan pada masyarakat. Apakah ini yang turun mphnya apa kwhnya. Masyarakat perlu tahu hal ini. Memang tidak mudah menjelaskan ini," kata dia.

Advertisement

Kepala Laboratorium Pengukuran Listrik DTE FT UI Amien Rahardjo mengatakan, energy saver dapat berguna jika arus dan teganganya (cost v) rendah.

"Sudah pernah saya coba kalau pemakaiannya di atas 50 persen alat itu stabil. Kalau kurang dari 50 persen ini kebalik, ampernya malah naik. Efeknya kapasitor itu bikin tegangan naik, kalau induktif malah turun. Jadi kalau bebannya kecil tegangannya naik," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pertamina gelontorkan Rp 7,5 M terangi 13.470 rumah di Jabar dan Banten
35 BUMN gelontorkan Rp 360 miliar listriki Jabar hingga Jakarta
Jurus PLN jamin listrik tetap menyala saat Lebaran
Pemenuhan listrik hingga ke daerah pelosok masih jadi PR bagi pemerintah
PLN prediksi konsumsi listrik meningkat saat Ramadan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.