LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Alat Pemantau Peretas Milik Pusat Pertahanan Siber Unjuk Gigi di Indo Defence 2018

Dari layar yang menampilkan 7 jenis sensor tersebut bisa langsung diketahui negara asal hacker, alamat IP hingga lokasinya. Di layar menunjukkan hari ini negara asing yang sering mencoba membobol situs kemenhan adalah China. Disusul Amerika Serikat, Swedia kemudian Prancis.

2018-11-09 16:51:26
Hacker
Advertisement

Cyber Operation Center atau Pusat Pertahanan Siber Bainstranas Kementerian Pertahanan RI ikut mejeng di gelaran Indo Defence 2018, di Jiexpo Kemayoran. Mereka menampilkan simulasi radar pesawat dan alat sensor pelacak hacker atau peretas yang mencoba membobol sistem di kementerian pertahanan.

Salah satu petugas cyber Kemenhan, Rachmat Febrianto, menjelaskan ada 3 jenis serangan yang dilakukan hacker yaitu low, medium dan high. Namun hingga saat ini pertahanan cyber Kemenhan cukup tangguh sehingga belum pernah mengalami kebobolan. "Tidak pernah kebobolan," kata Rachmat saat ditemui di boothnya, Jumat (9/11).

Dari layar yang menampilkan 7 jenis sensor tersebut bisa langsung diketahui negara asal hacker, alamat IP hingga lokasinya. Di layar menunjukkan hari ini negara asing yang sering mencoba membobol situs kemenhan adalah China. Disusul Amerika Serikat, Swedia kemudian Prancis.

Advertisement

Dari dalam negeri juga serangan terpantau cukup banyak berasal dari Jalan Medan Merdeka Barat dan Salemba. "Dari dalam negeri juga banyak. Orang kita kan iseng," tuturnya.

Lapis pertama pelindung sistem pertahanan Indonesia tersebut juga menawarkan layanan yang cukup unik di Indo Defence, yaitu pengembalian atau recovery data yang hilang dari telepon genggam atau Hand Phone (HP) serta membersihkan malware dan virus yang menyerang HP.

Petugas cyber Kemenhan, Herman Kurniawan, menyebutkan cukup banyak pengunjung menggunakan layanan tersebut. "Prosesnya relatif, tergantung besaran data yang direcovery. Bisa sampai 1 jam kalau datanya puluhan GB," kata dia.

Advertisement

Baca juga:
Perusahaan AS tuding Korea Utara curi uang jutaan dolar lewat peretasan
Era digital memudahkan tetapi harus waspada kejahatan siber
Data pasien diretas, jaringan internet di RS Singapura akan diputus sementara
Ini komentar PM Singapura ketika data kesehatan pribadinya dicuri peretas
1,5 juta data kesehatan pribadi warga Singapura dibobol, termasuk perdana menteri
Dokumen drone Angkatan Udara AS bobol dijual hacker
Bekas sidik jari di smartphone bisa jadi cara peretasan baru

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.