Alasan Organda tak turunkan tarif angkutan meski Premium turun
"Memang idealnya turun, tapi ini riskan. Kita juga dilema."
Pemerintah pada awal tahun ini resmi menurunkan harga BBM jenis Premium dan Solar. Premium kini jadi Rp 7.600 per liter dari sebelumnya Rp 8.500 per lite dan Solar jadi Rp 7.250 per liter dari sebelumnya Rp 7.500 per liter.
Meski harga Premium dan Solar turun, namun tarif angkutan kota (Angkot) yang ada di Kota Tangerang tidak ada perubahan. Mereka tetap mengenakan tarif saat BBM naik beberapa waktu lalu.
"Sementara ini tarif enggak mungkin diturunkan, karena turunnya harga BBM ini kan mengikuti harga minyak dunia. Jadi bisa tiba-tiba naik lagi," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangerang Rudi Faisal Siregar, Minggu (4/1).
Menurutnya, menurunkan tarif angkot akan menjadi riskan dan dapat menimbulkan gejolak jika harga BBM tiba-tiba naik lagi.
"Memang idealnya turun, tapi ini riskan. Kita juga dilema, kalau salah ambil keputusan, para sopir angkot bisa demo lagi," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang bersama Organda menyepakati kenaikan tarif angkutan umum sebesar Rp 1.000. Tarif tersebut mulai berlaku pada 20 November 2014 silam paska kenaikan harga BBM. Adapun jumlah angkot yang ada di Kota Tangerang saat ini sekitar 5.000 unit. Angkot tersebut beroperasi di 20 trayek.