Alasan Menteri Rini copot bos Garuda Indonesia terkuak
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah mencopot Arif Wibowo dari jabatannya sebagai direktur utama. Salah satu alasan pencopotan Arif adalah karena Menteri Rini belum puas dengan kinerjanya.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah mencopot Arif Wibowo dari jabatannya sebagai direktur utama. Selanjutnya, Rini mengangkat mantan direktur keuangan Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansyuri menjadi bos maskapai pelat merah tersebut.
Salah satu alasan pencopotan Arif adalah karena Menteri Rini belum puas dengan kinerja Arief Wibowo selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Dalam pandangan Rini, Garuda belum cukup kuat selama dipimpin oleh mantan dirut Citilink tersebut. Padahal, Rini berharap BUMN maskapai tersebut bisa berkompetisi baik di lingkup nasional maupun global.
"Belum (kekuatan Garuda di zaman Arief Wibowo). Memang menurut saya ada hal yang saya melihat masih perlu diperkuat," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/4).
Menurut Rini, saat ini Garuda memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh, baik dari segi operasional maupun keuangan. Terutama, terkait sinergi dengan anak usaha perusahaan pelat merah tersebut.
"Jadi memang struktur secara operasional menyeluruh, terutama sinergi antara Garuda, Citilink, dengan GMF, dan aktifitas yang lain termasuk Aerowisatanya," imbuhnya.
Kompetitor Garuda saat ini sudah banyak melakukan sinergi dan eksperimen dengan anak usahanya. Mereka tak hanya menjual tiket, namun juga paket komplit dengan hotel dan akomodasinya.
Hal inilah yang ingin diwujudkan Rini melalui pergantian posisi dirut tersebut. Pahala N Mansury diharapkan bisa mewujudkan cita-cita tersebut.
"Bagaimana kedepan kompetitor kita mereka menjualnya dengan paket. Bukan hanya tiket pesawat, tapi juga hotelnya, transportasi daratnya. Nah ini yang secara sistem mau kita perbaiki disana," pungkasnya.
Baca juga:
Libur Pilkada, bank di Jakarta buka terbatas
Menteri Rini: BUMN saat ini tak lagi seperti kantor pos
Menteri Rini: BUMN sekarang sudah lebih baik dibanding 3 tahun lalu
Bangun infrastruktur, PGN siap pasok 12.000 rumah tangga di Lampung
Ini 4 ambisi Rini jadikan Telkom raja satelit di Asia
Menpar dukung AP II beri insentif maskapai yang buka rute baru
BTN klaim bantu wujudkan program rumah Jokowi lewat KPR subsidi