LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Alasan Dahlan ngotot ambil alih Inalum dari Jepang

Di dalam pabrik Inalum ada pembangkit listrik 600 MW. Harga listriknya juga murah.

2013-10-21 19:35:00
Dahlan Iskan
Advertisement

Proses pengambilalihan PT Inalum dari Jepang, belum menemukan jalan keluar. Pemerintah belum sejalan dengan Jepang mengenai nilai buku pengambilalihan aset.

Dibalik itu, Inalum mempunyai keuntungan besar jika berada di tangan Indonesia. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, Inalum mempunyai mempunyai pembangkit listrik 600 MW yang biayanya hanya USD 3 sen per KWh. Dengan begitu, akan sangat menguntungkan bagi sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

"Keuntungannya di dalam pabrik itu ada pembangkit listrik yang besar sekali, 600 MW. Harga listriknya yang murah hanya USD 3 sen saja," kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).

Advertisement

Menurut Dahlan, walaupun nanti orang tidak lagi membutuhkan alumunium sebagai produk Inalum, listriknya membawa manfaat yang besar untuk masyarakat. Inalum sendiri bisa menjual listriknya ke PLN.

"Walaupun nanti kelak orang tidak menggunakan alumunium, kan bisa dari pembangkit listrik aja, kalau dijual ke PLN bisa USD 6 sen, untungnya sudah miliaran," katanya.

Pembangkit listrik Inalum juga dikenal ramah lingkungan karena hanya memanfaatkan air. Ini juga jauh lebih murah dibandingkan harus menggunakan batu bara. Selain listrik, Inalum nantinya juga bisa memenuhi permintaan aluminium dalam negeri.

Advertisement

"Listriknya kalau memakai batu bara tidak semurah itu. Dan juga karena pembangunan terus maju, konsumen dalam negeri kan terus meminta kepada Inalum. Selama ini dalam perjanjian sebanyak 70 persen hasil Inalum harus dikirim ke Jepang. Sekarang enggak lagi bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri," tutupnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.