LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Alasan Bank Indonesia Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen

Kenaikan ini dilakukan seiring dengan kebijakan bank sentral negara-negara maju seperti Amerika Serikat (The Fed) hingga di Uni Eropa, yang diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun ini.

2023-01-19 15:32:53
Suku bunga
Advertisement

Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan, atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 0,25 basis poin (bps), dari sebelumnya 5,50 persen menjadi 5,75 persen.

Kenaikan ini dilakukan seiring dengan kebijakan bank sentral negara-negara maju seperti Amerika Serikat (The Fed) hingga di Uni Eropa, yang diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun ini.

"Sejalan dengan tekanan inflasi yang melandai, pengetatan kebijakan moneter di negara maju mendekati titik puncaknya, dengan suku bunga diperkirakan masih akan tetap tinggi di sepanjang 2023," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Kamis (19/1).

Advertisement

Perry memproyeksikan, tekanan inflasi global terindikasi mulai berkurang sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global tersebut, meskipun tetap di level tinggi. "Seiring dengan masih tingginya harga energi dan pangan global, berlanjutnya gangguan rantai pasokan, dan masih ketatnya pasar tenaga kerja, terutama di Amerika Serikat dan Eropa," imbuhnya.

Namun begitu, dia meramal pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat sejalan dengan pergolakan ekonomi dan politik global yang kian meluas. Ditambah negara-negara maju semisal Amerika Serikat dan Eropa juga semakin dekat dengan pintu resesi.

Advertisement

"Pertumbuhan ekonomi global semakin melambat dari perkiraan sebelumnya. Disebabkan hasil fragmentasi ekonomi dan politik yang belum usai di global, serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju," ungkapnya.

"Koreksi pertumbuhan yang cukup besar dan disertai dengan meningkatnya risiko potensi resesi yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Secara keseluruhan, Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2023 menjadi 2,3 persen dari prakiraan sebelumnya, sebesar 2,6 persen," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.