LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Akuisisi Uber, Grab diminta Menhub Budi tak monopoli pasar

"Berkaitan dengan Grab dan Uber, kita ingin tidak ada monopoli. Akuisisi Uber adalah hak masing-masing perusahaan," jelas Budi Karya.

2018-04-02 14:41:43
Taksi online
Advertisement

Aksi korporasi Grab yang mengambil alih Uber diapresiasi oleh berbagai pihak, salah satunya Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Dia menganggap cara ini akan memperkuat perusahaan dalam menyediakan moda transportasi sewa khusus di Indonesia.

Hanya saja, Menhub berpesan kepada Grab yang kini kapitalisasinya semakin besar untuk tetap berbisnis sesuai dengan plying field pasar.

"Berkaitan dengan Grab dan Uber, kita ingin tidak ada monopoli. Akuisisi Uber adalah hak masing-masing perusahaan," jelas Budi Karya di kantornya, Senin (2/4).

Advertisement

Saat ini di Indonesia selain Uber dan Grab, ada Go-Jek yang memiliki kesamaan bisnis. Untuk itu semua perusahaan tersebut harus saling berdampingan dalam menyediakan pelayanan kepda masyarakat.

Selain itu, Menhub juga meminta kepada para perusahaan angkutan sewa khusus tersebut untuk memenuhi segala persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri (PM) Nomor 108 mengenai tentang Angkutan dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Sekaligus saya menegaskan bahwa tidak ada penundaan penerapan PM 108 dan berkaitan usulan syarat keselamatan kita tolak. Kita tetap konsisten jadikan keselamatan yang diwakilinya dengan KIR, SIM A Umum, sticker itu tetap dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, akhirnya angkat bicara soal Grab yang baru saja mengakuisisi bisnis Uber di wilayah Asia Tenggara.

Menurutnya, aksi korporasi tersebut adalah hal yang wajar, terlebih di lanskap industri teknologi.

"Itu mekanisme di pasar. Saya dukung-dukung saja, biarpun bisnis yang demikian perlu skala ekonomi," kata Rudiantara.

Rudiantara juga menganggap, bergabungnya bisnis Uber ke Gran adalah hal yang positif. Merger akuisisi Grab dengan Uber, sambungnya, memang tidak mencakup keseluruhan secara global, tetapi hanya pada unti bisnis Asia Tenggara saja.

"Saya lihatnya positif saja (merger akuisisi Grab terhadap Uber)," tambah pria yang karib disapa Chief RA tersebut.

Reporter: Ilyas Praditya

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Memperkenalkan keunggulan ANTERIN, supir Uber sampai kepincut
Mahasiswa Unsri otak perampokan & pembunuhan driver GO-CAR serahkan diri
Aliando ingin aplikator diubah jadi perusahaan jasa transportasi
Aliando desak pemerintah libatkan driver online bahas pengkajian Permenhub 108
Kemnaker masih cari solusi soal taksi online

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.