LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Akibat Virus Corona, Pariwisata RI Diprediksi Kehilangan Rp6,97 T per Bulan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu yang paling terdampak akibat wabah virus Corona. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) sektor pariwisata diprediksi mengalami kerugian sebesar USD 500 juta atau Rp 6,97 triliun per bulan.

2020-02-25 16:39:03
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu yang paling terdampak akibat wabah virus Corona. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) sektor pariwisata diprediksi mengalami kerugian sebesar USD 500 juta atau Rp6,97 triliun per bulan.

"Sektor pariwisata diprediksi kehilangan potensi pendapatan sebesar USD 500 juta per bulan karena terdampak wabah corona virus," kata Luhut di Kantornya, Jakarta, Selasa (25/2).

Selain itu, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan terganggu akibat virus ini. "Suka tidak suka, dampak Corona virus juga berimbas atau berdampak pada perlambatan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, kemungkinan akan molor beberapa bulan dari jadwal," imbuhnya.

Advertisement

Untuk itu, pemerintah sudah melakukan berbagai antisipasi yang sesuai dengan guideline dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Dipastikan Selesai Sesuai Target

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tak berdampak dengan adanya virus corona. Dia pun optimis proyek tersebut akan selesai sesuai target pada akhir 2021.

Advertisement

"Saya tegaskan di sini bahwa pemerintah tetap menargetkan proyek kereta cepat ini selesai akhir 2021. Soal ada virus corona di China, kita tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya tenaga dan peralatan dari China," kata Budi, dikutip dari Antara, Minggu (23/2).

Dari hasil peninjauan langsung dan laporan yang diterima, semua pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan rencana dan target. Sehingga target selesai akhir 2021 optimistis tercapai.

Budi menegaskan pula sekalipun proyek kereta cepat ini merupakan kerja sama dengan China, namun hal tersebut tidak mengganggu pelaksanaan proyek, termasuk ada tenaga ahli dan peralatan dari China. "Sekali lagi saya katakan target proyek selesai akhir 2021 akan tercapai," katanya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.