Akhir Juli, KCIC ajukan pencairan pinjaman proyek kereta cepat tahap 2
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan akan kembali mencairkan pinjaman untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada akhir Juli 2018. Sebelumnya, KCIC telah menerima pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar USD 170 juta.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menargetkan akan kembali mencairkan pinjaman untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada akhir Juli 2018. Sebelumnya, KCIC telah menerima pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) sebesar USD 170 juta.
"Sekitar USD 1,1 miliar yang akan dicairkan di tahap ke dua. Harapannya akhir Juli. Nanti tahap ke tiganya USD 500 juta dan akan kita tarik sekitar Desember 2018," ujar Rini di Balim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (3/7).
Berbagai pinjaman yang akan ditarik tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pembebasan lahan dan pembayaran kontraktor. Sampai saat ini pembebasan lahan proyek kereta cepat sudah mencapai 60 persen, sehingga jika digabungkan dengan yang sudah siap dibebaskan telah mencapai 73 persen.
Pembebasan lahan ini ditargetkan akan selesai semuanya pada akhir 2018. Jika lahan selesai dibebaskan tahun ini, maka proses konstruksi akan berjalan lebih cepat.
"Kita punya kontrak dengan kontraktor itu 36 bulan, itu berarti sampai 2021 semester pertama. Kita optimis," terang Rini.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menteri Rini minta pembebasan lahan proyek kereta cepat selesai akhir 2018
Terimbas proyek kereta cepat, TNI AU terima 408 unit rumah dinas baru
PN Karawang tolak permohonan ganti rugi pembebasan lahan jalur kereta cepat
Wajah kagum Menko Darmin Nasution saat tinjau proyek MRT
Memantau kondisi terkini Stasiun MRT Senayan
Belajar kereta cepat, 15 insinyur pilihan dikirim Kemenristekdikti ke China