LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Airlangga Senang Kini Ekspor Otomotif Jadi Lebih Mudah

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik kemudahan ekspor otomotif yang diberikan oleh pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Yakni penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan utuh atau completely built up (CBU).

2019-02-12 19:15:58
Kemenperin
Advertisement

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik kemudahan ekspor otomotif yang diberikan oleh pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Yakni penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan utuh atau completely built up (CBU).

Kemudahan tersebut berupa simplifikasi prosedur ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan utuh (completely build up/CBU) melalui penerbitan Peraturan Dirjen Bea Cukai Nomor PER-01/BC/2019 tanggal 11 Februari 2019

"Kami senang karena ekspor ini diberikan kemudahan dan ini sangat berarti bagi industri yang sangat bersaing dengan negara lain. Kedua, ekspor otomotif ini membuktikan kita tidak hanya ekspor komoditas tapi ekspor industri pengolahan manufaktur," ujar dia di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/2).

Advertisement

Menurut Airlangga, pemerintah memang telah berkomitmen untuk menggenjot kinerja ekspor ekspor nasional. Salah satunya yaitu untuk produk otomotif.

‎"Dalam 3 bulan terakhir Pak Presiden sudah 2 kali ke sini untuk melepas ekspor otomotif. 3 kali bahkan di Tanjung Priok, mengekspor berbagai komoditas. Dan sekarang ada 4 menteri di sini yang mendukung industri otomotif. Tentu saya yang paling berbahagia. Terima kasih Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Dirjen Bea Cukai," kata dia.

Dia menjelaskan, ekspor di industri otomotif memang memiliki potensi besar untuk terus digenjot. Pada 2018 lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 264 ribu unit dan dalam bentuk CKD sebanyak 82 ribu unit.

Advertisement

Secara total ekspor kendaraan di tahun lalu yaitu 346 ribu unit dengan nilai USD 4 miliar, ditambah dengan ekspor komponen senilai USD 2,6 miliar. Sehingga ekspor di sektor otomotif pada 2018 mencapai USD 6,6 miliar.

"Karena industri otomotif kalau mau quick yield untuk ekspor bisa didorong karena struktur industrinya sudah dalam, mulai dari baja, kimia, kaca, ban. Dan kepercayaan internasional sudah tinggi sehingga pendalam strukturnya sudah sangat dalam. Kedua, employment-nya besar, tenaga kerja yang di sektor ini besar, plus services-nya," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Sederhanakan Aturan Ekspor Kendaraan Bermotor Utuh
Pemerintah Tingkatkan Investasi Ekspor Perbaiki Defisit Perdagangan
PT DI Incar Kontrak Baru Pesawat CN235 dan NC212 dari Negara ASEAN & Nepal
Menteri Susi Gandeng TNI Awasi Praktik Ekspor Kekayaan Laut Ilegal RI
Menperin Airlangga Janji beri Kemudahan Impor Mesin Industri Tekstil

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.