AirAsia Indonesia incar pendapatan Rp 6 triliun tahun ini
Saat pemilu dan kondisi makro selesai, tidak menutup kemungkinan AirAsia menambah armada.
AirAsia Indonesia menargetkan mampu meraup pendapatan sekitar Rp 6 triliun tahun ini. target ini naik Rp 200 miliar dari pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 5,8 triliun. Pangsa pasar AirAsia Indonesia lebih didominasi penerbangan internasional yakni 70 persen. Sisanya yakni 30 persen penerbangan domestik.
Bagi AirAsia, target terebut tidak mudah mengingat kondisi ekonomi saat ini. Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko mengatakan, kondisi makro ekonomi tahun ini yang masih belum stabil mempengaruhi kinerja perusahaan.
"Kondisi dolar AS saat ini yang mencapai Rp 12.000 menjadi salah satu yang mempengaruhi," ujarnya saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (1/7).
Ketidakpastian ekonomi ini, lanjutnya, juga mempengaruhi rencana ekspansi perusahaan melalui penambahan armada. Saat ini, pihaknya hanya akan fokus operasional menggunakan 30 pesawat airbus A320 terlebih dulu.
"Saat pemilu dan kondisi makro selesai, maka tidak menutup kemungkinan kita menambah pesawat," tuturnya.
Sunu memaparkan strateginya menghadapi tantangan ini agar maskapainya bisa tetap bersaing. Salah satunya dengan memperkuat branding AirAsia.
"Peningkatan branding dengan peningkatan kualitas, layanan call center, dan memperbanyak travel agent untuk mempermudah mendapatkan tiket," jelasnya.
(mdk/noe)