AHY: Kita Harus Mengurangi Impor Pangan
Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Dalam pidato berjudul "Rekomendasi Partai Demokrat untuk Presiden Indonesia Mendatang" itu, AHY menyampaikan sejumlah rekomendasi dan tantangan yang akan dihadapi Indonesia.
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Dalam pidato berjudul "Rekomendasi Partai Demokrat untuk Presiden Indonesia Mendatang" itu, AHY menyampaikan sejumlah rekomendasi dan tantangan yang akan dihadapi Indonesia lima tahun ke depan secara nasional maupun global.
Salah satunya di bidang energi dan pangan. AHY menegaskan, Indonesia perlu mencermati kebutuhan energi dan pangan yang semakin meningkat.
"Di bidang energi, kita harus mampu menyusun strategi untuk mencapai target Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam memenuhi Paris Agreement," kata AHY dalam pidatonya, Jumat (1/3).
Sementara di bidang pangan, AHY menyatakan presiden mendatang harus mengurangi ketergantungannya pada impor pangan. Selain itu, presiden mendatang juga harus mencari solusi tren penurunan lahan pertanian.
"Kita harus mengurangi ketergantungan impor pangan. Kita juga harus mencari solusi atas tren penurunan lahan pertanian dan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian," kata AHY.
Selain itu, AHY mengatakan diperlukan pula, pengembangan teknologi dan tata kelola pertanian agar produksi dan produktivitas makin meningkat, tanpa merusak lingkungan.
Baca juga:
Menguak Fakta Impor Pangan Jokowi yang Dikritik Prabowo di Debat Kedua Capres
Mentan Amran Kritisi Prabowo Soal Impor Pangan: Kita Sudah Ekspor
Penjelasan Mendag Soal Pengubahan Aturan Impor Beras Tudingan Prabowo
Presiden Jokowi Tegaskan Impor Sangat Diperlukan
Debat Kedua Capres di Mata Netizen, Jokowi Disorot Salah Data, Prabowo Soal Unicorn
Debat Capres Kedua, Jokowi-Prabowo Tak Punya Strategi atasi Jebakan Impor Pangan