Agus Martowardojo masuk bursa calon Gubernur BI pilihan Jokowi
Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan, Presiden Jokowi kini telah mengantongi beberapa nama calon pengganti Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Agus akan dicalonkan kembali menjadi Gubernur BI.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menentukan calon pengganti Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. Seperti diketahui, orang nomor satu di bank sentral tersebut akan segera memasuki masa pensiun atau purna tugas pada Mei 2018.
Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi, mengatakan Presiden Jokowi kini telah mengantongi beberapa nama calon pengganti Agus Marto. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Agus Marto akan dicalonkan kembali menjadi gubernur BI.
"Beberapa calon sudah disebutkan apakah itu Pak Bambang Brodjonegoro (menteri PPN), ada pak Chatib Basri (mantan menteri keuangan), ada pak Perry (Warjiyo) Deputi Gubernur BI dan ada kembali Pak Agus (Martowardojo)," ujarnya di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (9/2).
Sofjan mengatakan, pemerintah telah menyampaikan rencana tersebut kepada ke empat calon. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga telah mengetahui kelebihan dari masing-masing kandidat.
"Ini sekarang kan dinilai semua, sudah disampaikan semua oleh yang bersangkutan dan sudah dibicarakan juga dengan presiden dan wapres. Pak presiden sudah diberi tahu kelebihan satu sama lain tapi belum diputuskan," jelasnya.
Sofjan menambahkan, kandidat yang terpilih nantinya diharapkan mampu mengikuti perkembangan dunia saat ini. Sehingga, Indonesia tidak terpengaruh lebih dalam dengan ketidakpastian dunia.
"Ini tentu harus disesuaikan juga dengan situasi dunia yang ada ketidakpastian, Amerika begini sekarang, Amerika mau naikkan bunganya. Jadi ketidakpastiannya harus kita jaga juga jangan sampai akibatnya untuk Indonesia," tandasnya.
Baca juga:
Survei BI: Harga properti residensial RI tumbuh 3,5 persen di 2017
Japan Credit Rating naikkan peringkat surat utang RI menjadi BBB
Kembangkan ekonomi syariah, bos BI sambut rencana pungutan zakat PNS
IMF optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa capai 6,5 persen
Rupiah melemah, bos BI yakinkan gejolak masih dalam batas wajar