Afrika Selatan ingin ekspor daging ke RI, ini jawaban Mendag Enggar
"Selama ini daging sapi kita bergantung dari Australia, lalu kita buka dengan India, Meksiko dan Chili. Kita tidak keberatan asalkan memenuhi kesehatan secara internasional, MUI dan kementerian pertanian," kata Mendag Enggar.
Pemerintah Afrika Selatan mengajukan permohonan untuk melakukan ekspor daging sapi beku ke Indonesia. Keinginan ini disampaikan saat Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan kerja ke Afrika Selatan beberapa waktu lalu.
"Afrika Selatan meminta agar mereka ekspor daging," ujar Mendag Enggar di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (31/7).
Saat itu, Mendag menjawab bahwa pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan permintaan ekspor daging beku tersebut. Namun, daging beku yang akan diekspor dari Afrika Selatan harus melalui beberapa standar terlebih dahulu. Di antaranya standar kesehatan internasional, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Pertanian.
"Selama ini daging sapi kita bergantung dari Australia, lalu kita buka dengan India, Meksiko dan Chili. Kita tidak keberatan asalkan memenuhi kesehatan secara internasional, MUI dan kementerian pertanian," jelasnya.
Sejauh ini, nilai perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan tercatat mencapai USD 1 miliar dengan surplus USD 437 juta. "Kita sambut baik itu karena kita juga harus melakukan diversifikasi," jelasnya.
Mendag Enggar menambahkan, kerja sama dengan Afrika selatan merupakan lanjutan komitmen Presiden Jokowi. "Ini juga menindaklanjuti komitmen Presiden Jokowi dalam kurun waktu enam bulan kirim Mendag misi dagang ke Afrika selatan," pungkasnya.
Baca juga:
Sapi di Denpasar Selatan makan sampah di TPA Suwung
Puluhan sapi di Kediri ikuti 'apel' wajib bunting
AS hentikan impor daging sapi dari Brasil karena alasan kesehatan
Sidak, Pemkot Solo temukan daging gelonggongan dan hati bercacing
Mendag ancam pengoplos daging sapi dan babi dijatuhi hukuman berat