LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Adhi Karya sebar dividen Rp 103,83 miliar

Persentase dividen yang dibagikan ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 30 persen dari laba. Namun, secara nilai jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp 94,03 miliar dari total laba bersih sebesar Rp 313,45 miliar.

2018-04-13 19:54:34
Adhi Karya
Advertisement

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memutuskan untuk membagikan dividen ke pemegang saham sebesar 20 persen dari total laba bersih tahun 2017 sebesar Rp 514,4 miliar. Total dividen yang dibagikan menjadi Rp 103,83 miliar.

"Dividen seperti sudah disampaikan 20 persen. Senilai Rp 103,83 miliar. Di bagikan ke 3,5 miliar lembar saham," ungkap Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto, di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Jumat (13/4).

Persentase dividen yang dibagikan ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 30 persen dari laba. Namun, secara nilai jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp 94,03 miliar dari total laba bersih sebesar Rp 313,45 miliar.

Advertisement

Penurunan persentase ini disebabkan banyaknya proyek yang tengah digarap oleh perseroan. Sehingga membutuhkan anggaran yang besar. "Ada banyak proyek. Proyek air, jalan tol, ada jaringan minyak juga," imbuhnya.

Selain pembagian dividen, rapat juga mencatatkan perolehan kontrak baru pada Maret 2018 sebesar Rp 3 triliun. Angka ini tumbuh 78,6 persen dibandingkan perolehan kontrak baru di Februari yang sebesar Rp 1,3 triliun.

Realisasi perolehan kontrak baru tersebut di antaranya adalah Trans Park Bekasi (Pekerjaan Arsitektur dan MEP) senilai Rp 845,8 miliar. Pengerjaan gelagar, gerbang tol, dan fasilitas penunjang jalan tol lainnya di Tol Bakauheni sebesar Rp 186,8 miliar. Juga proyek lainnya yaitu lanjutan penantaan kawasan kompleks Gelora Bung Karno sebesar Rp 134,2 miliar.

Advertisement

Adapun lini bisnis konstruksi dan energi mendominasi perolehan kontrak baru hingga Maret 2018 dengan persentase 87,3 persen. Sedangkan lini bisnis properti sebesar 10 persen, selebihnya merupakan lini bisnis lainnya.

"Proyek yang paling banyak, di lingkungan BUMN. Proyek kontrak saat ini mencapai Rp 3,39 triliun. Proyek yang tender Rp 1,3 triliun. Jadi total proyek yang sudah kontrak dan tender Rp 4,46 triliun. Ini semoga tercapai sesuai dengan rencana kami," tandasnya.

Dalam RUPS kali diputuskan perombakan struktur organisasi dan jajaran direksi. RUPS memutuskan untuk menghilangkan jabatan Direktur Operasi III dan diganti mejadi Direktur Quality, Health, Safety and Environtment dan Pengembangan.

Berikut susunan Direksi PT Adhi Karya:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: M. Fadjroel Rachman

Komisaris: Bobby A.A. Nazief

Komisaris: Wicipto Setiadi

Komisaris: Rildo Ananda Anwar

Komisaris Independen: Muchlis Rantoni Luddin

Komisaris Independen: Hironimus Hilapok

Direksi

Direktur Utama: Budi Harto

Direktur Operasi I: Budi Saddewa Soediro

Direktur Operasi II: Pundjung Setya Brata

Direktur Keuangan: Entus Asnawi Mukhson

Direktur SDM: Agus Karianto

Direktur Quality, Health, Safety and Environtment dan Pengembangan: Partha Sarathi

Baca juga:
Incar pasar mahasiswa, APP topping off Grand Taman Melati Margonda 2
Adhi Karya pakai lahan YDPK bangun apartemen
PT Adhi Persada Properti mulai tanam 145.000 mangrove di Jakarta Utara
Amankan pipa gas di proyek LRT, PGN tingkatkan koordinasi dengan Adhi Karya
Polda Metro panggil kontraktor terkait pipa gas bocor di Cawang

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.