Ada skytrain, listrik Bandara Soekarno-Hatta ditambah 6 MW
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan tambahan daya listrik mencapai 6 Megawatt (MW) dengan adanya kereta tanpa awak ini atau skytrain. Kebutuhan listrik tersebut telah dipasok oleh PLN.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan tambahan daya listrik mencapai 6 Megawatt (MW) dengan adanya kereta tanpa awak ini atau skytrain. Kebutuhan listrik tersebut telah dipasok oleh PLN.
"Kebutuhan listrik tambahannya kalau sudah beroperasi penuh sekitar hampir 6 MW dan sekarang kita semuanya masih didukung sama PLN, jadi kita terima kasih kepada PLN," ujar Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (17/9).
Menurutnya, tambahan listrik tersebut sudah dihitung. Mengingat, kebutuhan listrik di Bandara Soetta memang cukup besar yaitu sekitar 80 MW.
Dia menegaskan, selama ini PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik di Bandara Soetta. Diperkirakan, kebutuhan listrik Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 hingga 4 tahun ke depan mencapai 130 MW.
"Nah, kami perkirakan 3 sampai 4 tahun ke depan 80 mega watt itu akan berkembang sampai 120-130 mega watt artinya kebutuhan di bandara memang besar," jelas Awaluddin.
Dia menambahkan, saat ini kebutuhan listrik di terminal 3 sendiri sudah mencukupi. "Karena ini kan desain terminal baru jadi dia terpisah. Malah sekarang dengan terminal 3 sedang melakukan penataan suplai daya," tutupnya.
Baca juga:
Alasan dibangunnya proyek skytrain Bandara Soekarno-Hatta
Ini jadwal sementara pengoperasian skytrain Bandara Soekarno-Hatta
Skytrain Bandara Soekarno-Hatta beroperasi penuh pada Desember 2017
Usai Soekarno-Hatta, skytrain bakal dibangun di Bandara Ngurah Rai
Skytrain resmi beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Kereta tanpa awak Bandara Cengkareng baru beroperasi di jam tertentu