LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ada Pilkada, konsumsi rumah tangga diprediksi melesat di kuartal dua 2018

Jelang Pilkada serentak dan Pilpres 2019, kondisi perekonomian Indonesia masih relatif stabil. Meskipun demikian, Indonesian perlu memerhatikan kondisi ekonomi global khususnya kebijakan yang dikeluarkan Presiden Trump. Kondisi ekonomi saat ini sangat bergantung pada kebijakan anggaran pemerintah.

2018-05-08 20:51:38
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2018 berada di level 4,95 persen. Porsi konsumsi rumah tangga memiliki andil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 56,80 persen.

Direktur Ashmore Asset Management Bank Commonwealth, Arief Wana, mengatakan konsumen rumah tangga bakal tumbuh lebih baik pada kuartal II 2018. Dia mengatakan, gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 serta persiapan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 bakal menjadi stimulus naiknya pertumbuhan konsumsi di kuartal II tahun ini.

"Jadi kalau ditanya apa dampak dari tahun politik ini kami melihat kuartal kedua dan paruh kedua tahun 2018, private consumsion akan naik lebih tinggi karena spending dari pemerintah, juga spending untuk Pilkada serentak," ungkapnya dalam Konferensi Pers, di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (8/5).

Advertisement

Dia menjelaskan, jelang Pilkada serentak dan Pilpres 2019, kondisi perekonomian Indonesia masih relatif stabil. Meskipun demikian, Indonesian perlu memerhatikan kondisi ekonomi global khususnya kebijakan yang dikeluarkan Presiden Trump.

"Kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup stabil memasuki pilkada serentak. Sampai saat ini dengan kemungkinan calon presiden 2019 masih sama dengan 2014, kami melihat kondisi perekonomian masih cukup terjaga," kata dia.

Dia pun mengatakan, kondisi ekonomi saat ini sangat bergantung pada kebijakan pemerintah terhadap hal-hal yang dapat memengaruhi anggaran Indonesia. Termasuk bagaimana pemerintah menyikapi pelemahan Rupiah hingga kenaikan harga minyak.

Advertisement

Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya, mengatakan kondisi politik saat ini tidak memberikan dampak yang besar terhadap kegiatan ekonomi. "Sentimen politik saat ini relatif kecil dalam mempengaruhi ekonomi dan pasar. Dengan demikian, perekonomian Indonesia masih relatif stabil," tandasnya.

Baca juga:
Investasi meningkat, Ekonomi Indonesia tumbuh 5.06%
Ekonomi RI triwulan-I 2018 tumbuh 5,06 persen, ini kata Sri Mulyani
Ini syarat agar RI masuk 10 negara ekonomi besar dunia versi Bambang Soesatyo
BPS: Ekonomi Indonesia tumbuh 5,06 persen di Kuartal 1/2018
Kota Solo diharapkan jadi perwakilan industri mebel nasional
Investasi meningkat, ekonomi RI triwulan I-2018 ditargetkan capai 5,2 persen
Gaet investor, Airlangga beberkan keunggulan Indonesia di depan para pengusaha Ceko

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.