Ada Pemulihan, BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal IV Lebih Baik
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, salah satu indikator yang terus mengalami perbaikan yakni belanja pemerintah. Di mana sektor tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan pada kuartal III-2020.
Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 dapat lebih baik lagi. Hal tersebut terlihat dari beberapa indikator yang sudah menunjukan tanda-tanda pemulihan pada kuartal III-2020.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, salah satu indikator yang terus mengalami perbaikan yakni belanja pemerintah. Di mana sektor tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan pada kuartal III-2020.
"Kami melihat dengan berbagai indikator dan belanja pemerintah terus meningkat, insyaAllah kuartal IV ini pertumbuhan mulai positif meski belum tinggi," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (12/11).
Perry menambahkan semua komponen Produk Domestik Bruto (PDB) juga sudah mulai mengalami perbaikan. Terutama karena ekspansi percepatan realisasi anggaran, sehingga konsumsi pemerintah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi
Kemudian dari sisi perekonomian global juga menunjukkan indikasi pemulihan. Hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi global diproyeksi mengalami kontraksi 3,8 persen namun akan kembali tumbuh positif 5,2 persen di tahun 2021 mendatang.
"Pola pemulihan ekonomi global berbeda dari satu negara ke negara lain antara lain dipengaruhi penanganan Covid-19, stimulus moneter dan fiskal, serta kegiatan ekonomi dan usaha," ujar Perry.
"China lebih awal untuk pulih, demikian juga emerging market dan negara maju. Kalau China kemungkinan sudah mulai pulih di kuartal IV-2020, dan negara lain baru 2021," tambah dia.
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Minus 3,49 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 terkontraksi minus 3,49 persen. Sebelumnya, pada kuartal II-2020 sudah tercatat minus 5,32 persen.
Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan sebesar minus 3,49 persen tersebut terjadi secara year on year. Sementara secara kumulatif pertumbuhan ekonomi selama Januari-September tercatat mengalami kontraksi sebesar 2,03 persen.
"Kalau kita bandingkan dengan posisi triwulan ke III tahun 2019 ekonomi indonesia pada triwulan II pada yoy masih kontraksi sebesar 3,49 persen. Tetapi kalau kita bandingkan dengan triwulan ke II 2020 ekonomi kita positif 5,05 persen sementara secara kumulatif kontraksi 2,03 persen," kata dia di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Dia mengatakan, meskipun ekonomi terkontraksi sebesar 3,49 persen di kuartal III-2020, tetapi kontraksinya tidak sedalam kuartal ke II-2020 yang sebesar minus 5,32 persen. Artinya terjadi perbaikan. "Dan tentunya kita berharap di kuartal IV bisa lebih baik apalagi dengan adanya pelonggaran PSBB," tandas dia.
(mdk/azz)