Ada masyarakat tak pernah belanja online, ini alasannya
Tak semua masyarakat menerapkan belanja online. Misalnya, pengunjung LTC Glodok, Suryanto yang bekerja di sebuah pabrik penghasil bata ringan yang rutin datang langsung ke toko untuk mengecek barang yang akan dibeli dan tak pernah belanja online.
Maraknya penjualan online saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang konvensional. Banyak masyarakat beralih ke belanja online karena dinilai mudah dan tidak merepotkan.
Namun demikian, tak semua masyarakat menerapkan belanja online. Misalnya, pengunjung LTC Glodok, Suryanto yang bekerja di sebuah pabrik penghasil bata ringan yang rutin datang langsung ke toko untuk mengecek barang yang akan dibeli dan tak pernah belanja online.
"Nggak bisa juga kalau online ya. Kalau di pabrik, kita harus terjun ke lapangan," ungkapnya di LTC Glodok, Jakarta Barat, Selasa (5/9).
Menurutnya, barang yang dia butuhkan seperti hidrolik harus dilihat dan dicek langsung ke toko sebelum dibawa ke pabrik. Sebab, jika dibeli secara online, belum tentu barang yang 'digambar' seperti yang dibutuhkan.
"Misalnya membeli hidrolik. Kita harus ke toko, kita ukur diameternya berapa, tekanannya berapa, baru barang itu bisa disesuaikan dengan specnya," katanya.
Dia menekankan, terlalu berisiko membeli barang kebutuhan pabrik melalui toko oline tanpa dicek langsung. "Kalau kita cuma beli berdasarkan tipe yang tertera di situ, pas barangnya datang nggak bakal cocok. Yang jual juga kan dia harus pasang dan dia harus garansi," pungkasnya.
Baca juga:
Marak belanja online, LTC Glodok klaim tetap ramai dan dikunjungi 50.000 orang/hari
5 Dampak mengejutkan hadirnya belanja online, termasuk PHK massal
Beginilah nasib kios Glodok di tengah maraknya situs belanja online
Kelas menengah makin gila belanja
Ibunya tidur, bocah ini habiskan Rp 3,3 juta belanja Pokemon