Ada integrasi tarif Tol JORR, masyarakat diminta gunakan angkutan umum
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengakui bahwa kebijakan integrasi sistem transaksi di ruas tol JORR bakal membuat pengguna jarak pendek membayar lebih tinggi dari sebelumnya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengakui bahwa kebijakan integrasi sistem transaksi di ruas tol JORR bakal membuat pengguna jarak pendek membayar lebih tinggi dari sebelumnya.
Karena itu, kebijaksanaan para pengguna jalan tol sangat dibutuhkan. Jika enggan membayar lebih mahal, maka masyarakat sebaiknya menggunakan jalur alternatif selain tol atau malah menggunakan angkutan umum.
"Kalau memang mahal Rp 15.000, silakan gunakan angkutan publik. Karena itu yang paling murah dan itu yang kita inginkan," ungkapnya dalam diskusi Forum Merdeka Barat, di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (2/7).
Dia menegaskan kebijakan ini juga merupakan upaya untuk mendorong masyarakat untuk lebih sering menggunakan angkutan umum. Sebab kondisi jalan di Jakarta sudah semakin padat.
"Bagaimana tempat yang situasinya sudah sangat crowded seperti di Jakarta ini, akan membuat angkutan publik menjadi kompetitif kalau angkutan pribadinya dimanja. Bayar lebih rendah. Jadi harus kita dorong keberpihakan kepada logistik dan angkutan publik," kata dia.
Dia pun menjelaskan integrasi sistem transaksi di ruas tol ini sebenarnya mendorong terjadinya subsidi antara pengguna tol.
"Jarak pendek subsidi jarak jauh, kendaraan pribadi subsidi kendaraan logistik, bus (angkutan umum) juga disubsidi. Yang tadi bayar lebih mahal jarak pendek mensubsidi angkutan publik," jelas Herry.
Baca juga:
Bos BPJT optimis integrasi tarif Tol JORR turunkan biaya logistik
Nyaris ambruk dihantam truk, JPO di Tol JORR dipasang tiang penyangga
Truk tersangkut jembatan penyeberangan di Tol JORR saat bawa genset
4 Untung rugi tarif tol JORR jauh dekat jadi Rp 15.000
Integrasi tarif tol JORR, pemerintah sebut untuk hilangkan kemacetan