Ada holding BUMN migas, begini nasib karyawan PGN dan Pertagas
Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno memastikan pembentukan holding migas tidak akan ada lay off bagi karyawan PGN dan Pertagas.
Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno memastikan pembentukan holding migas tidak akan ada lay off bagi karyawan PGN dan Pertagas.
Mengutip Buku Putih Pembentukan Holding BUMN Migas, Fajar menegaskan tidak ada pengurangan jumlah karyawan di setiap perusahaan.
"Pembentukan holding BUMN Migas tetap mempertahankan 100 persen pekerja yang ada saat ini dan juga tidak ada perubahan kompensasi dan benefit bagi karyawan," katanya di Kementerian BUMN, Senin (21/5).
Selain itu, para karyawan PGN dan Pertagas juga tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam program pengembangan pekerja, termasuk hak dan kewajiban pekerja sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Di kesempatan yang sama Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menegaskan saat ini PGN memiliki jumlah pegawai tetap sekitar 1.300 orang dan pegawai tidak tetap sebanyak 5.000 orang. Semua pekerja tersebut tetap akan bekerja sesuai dengan posisinya seeprti biasa.
"Memang kita mempunyai banyak pekerja karena memant banyak aset yang kita operasikan dan kita rawat. Di Medan misalnya, nanti juga tetap bekerja operasikan dan jaga aset kita disana, tidak berubah," ujarnya.
Direktur Utama Pertagas Indra Setyawati mengaku dengan rencana besar pasca terbentuknya holding BUMN sektor migas, justru diprediksi akan melakukan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat, Pertagas memiliki proyek-proyek baru. Saat ini, Pertagas memiliki jumlah karyawan tetap sebanyak 359 orang.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Dorong holding migas, BUMN minta akuisisi Pertagas rampung Agustus 2018
Kemenperin optimis holding BUMN Migas bakal tingkatkan utilitas industri
Pemegang saham beri izin prinsip PGN akuisisi Pertagas
Bos BTN beberkan keuntungan holding BUMN perbankan
Nicke Widyawati dinilai pas jadi dirut definitif Pertamina, ini sebabnya