LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ada Gejolak Ekonomi Global, Sri Mulyani Pede RI Menarik bagi Investor

Pusat krisis baru yang muncul antara lain, akibat naiknya tensi politik di Jepang-Korea, Argentina, Hong Kong, pembalikan kurva imbal hasil Amerika Serikat (AS), serta perang dagang AS-China yang berkembang menjadi Currency War. Kondisi-kondisi ini menyebabkan sumber risiko global makin meluas dan meningkat.

2019-08-26 16:37:49
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Perekonomian Indonesia semester I-2019 tumbuh sebesar 5,06 persen (yoy) di tengah pelemahan dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi global saat ini dipengaruhi oleh munculnya pusat krisis baru dan adanya tekanan perdagangan internasional.

Pusat krisis baru yang muncul antara lain, akibat naiknya tensi politik di Jepang-Korea, Argentina, Hong Kong, pembalikan kurva imbal hasil Amerika Serikat (AS), serta perang dagang AS-China yang berkembang menjadi Currency War. Kondisi-kondisi ini menyebabkan sumber risiko global makin meluas dan meningkat.

Meski demikian, penanaman modal di Indonesia dinilai masih cukup menarik bagi negara lain. "Dalam situasi gonjang-ganjing ini sebetulnya Indonesia cukup menarik. Capital flow justru mengalami kenaikan," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/8).

Advertisement

Pada semester I-2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh kuatnya konsumsi dan kebijakan countercyclical belanja pemerintah. Stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan laju inflasi pada Juli 2019 sebesar 3,32 persen, dengan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.

"Kondisi ini dinilai akan menjaga tingkat konsumsi masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi," jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, kebijakan dovish dari the Fed serta kebijakan pemberian stimulus ekonomi dari European Central Bank (ECB) telah membuka ruang untuk mengalirnya modal ke emerging market, termasuk Indonesia. Kondisi ini memberi dukungan untuk penguatan nilai Rupiah.

Advertisement

Baca juga:
Hingga Juli 2019, Pemerintah Habiskan Rp92 triliun untuk Subsidi Energi
Penerimaan Perpajakan Sampai Juli 2019 Baru Capai 44 Persen dari Target
Sri Mulyani Beberkan Upaya Kemenkeu Kembangkan Ekonomi Syariah
Sri Mulyani Sebut Indonesia Berpeluang Kelola Rantai Pasok Jemaah Haji
KPK Periksa Irjen Kemenkeu Jadi Saksi Korupsi Pengadaan Kapal
Kasus Korupsi Pengadaan Kapal, Irjen Kemenkeu Diperiksa KPK

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.