Ada Demo 22 Mei, Pendapatan Sarinah Hanya 49 Persen dari Target
PT Sarinah (Persero) mencatat, pendapatan selama semester I-2019 mencapai Rp208 miliar, atau hanya sekitar 49 persen dari target sebesar Rp443 miliar. Jumlah ini juga lebih kecil dari realisasi pencapaian penjualan di semester yang sama tahun lalu yang mencapai Rp412 miliar.
PT Sarinah (Persero) mencatat, pendapatan selama semester I-2019 mencapai Rp208 miliar, atau hanya sekitar 49 persen dari target sebesar Rp443 miliar. Jumlah ini juga lebih kecil dari realisasi pencapaian penjualan di semester yang sama tahun lalu yang mencapai Rp412 miliar.
"Secara umum, kami mengakui kinerja keuangan semester pertama menurun karena ada beberapa sebab," kata Direktur Utama PT Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa dalam acara Ngopi BUMN di Jakarta, Selasa (27/8).
Sugiarta menjelaskan, alasan penurunan pendapatan ini sebagian besar karena adanya aksi demonstrasi 22 Mei lalu. Aksi yang diwarnai kericuhan hingga sempat membuat logo Sarinah berubah jadi Inah (karena beberapa huruf rusak oleh massa) memaksa ritel tutup selama 5 hari.
"Padahal, masa-masa itu peak season kami. Menjelang puasa, lebaran, banyak yang menjadi pakaian dan aksesoris untuk hari raya, namun kami terpaksa tutup," imbuhnya.
Sebelumnya, dia mengakui aksi demonstrasi membuat ritel rugi Rp400 hingga Rp500 miliar. Namun dirinya berharap di semester ke-2, pendapatan perseroan akan semakin baik seiring dengan inovasi bisnis yang tengah dilakukan, seperti menggenjot bisnis kanvas dan memaksimalkan ekspor.
Adapun rincian kontribusi tiap sumber pendapatan Sarinah antara lain ritel sebesar 16 persen, properti 17 persen, perdagangan 8 persen dan Sari Valas (bisnis tukar uang Sarinah) sebesar 59 persen, terbesar bahkan dibanding kontribusi ritel dan perdagangan sendiri.
Dia menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp892 miliar tahun ini, lebih tinggi 18,84 persen lebih tinggi dibanding realisasi pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp724 miliar. Pihaknya akan fokus meningkatkan porsi perdagangan untuk mendorong kinerja perseroan tahun ini.
Menurutnya, kegiatan ekspor dan impor Sarinah sebenarnya baru tereksekusi secara keseluruhan pada di bulan Juli, Agustus dan seterusnya. Sehingga dirinya optimistis Sarinah bakal mencapai target pendapatan tahun ini.
"Atau worst casenya, 85 persen lah (pencapaian target pendapatan). Kita punya tabungan pekerjaan yang sangat mungkin dieksekusi dan nilainya sangat besar, kurang lebih Rp600 miliar," tuturnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Gandeng UMKM, Bos Sarinah Janji Dorong Ekosistem Bisnis Kreatif
Penjelasan PT Sarinah soal Aplikasi Pinjaman Online Dilema Kotak
Kondisi Kerusakan Akibat Rusuh Aksi 22 Mei di Bawaslu
Sarinah, Saksi Bisu Kericuhan 22 Mei dan Sosok Perempuan Dihormati Soekarno
Usai Demo 22 Mei, Sarinah Tinggal Menyisakan Inah
Perdagangan Indonesia Anjlok Usai Aksi 22 Mei