LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ada Asuransi, Petani Tak Perlu Khawatir Hadapi Kemarau Ekstrem

Para petani di sejumlah daerah yang terdampak kekeringan tak perlu ketar-ketir apabila lahan yang ditanaminya gagal panen. Sebab petani bisa mendapatkan klaim asuransi apabila terjadi gagal panen melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUPT).

2019-07-08 14:32:03
Kementan
Advertisement

Para petani di sejumlah daerah yang terdampak kekeringan tak perlu ketar-ketir apabila lahan yang ditanaminya gagal panen. Sebab petani bisa mendapatkan klaim asuransi apabila terjadi gagal panen melalui Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUPT).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, petani hanya perlu membayar Rp36.000 per musim tanam. Jika terjadi gagal panen, petani bisa mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare.

"Berkaitan asuransi tadi kita sudah sampaikan petani hanya berkewajiban membayar premi Rp36.000. Ketika terjadi bencana kekeringan, banjir, dan seterusnya dapat Rp6 juta dari asuransi," kata dia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/7).

Advertisement

Sebagaimana diketahui, informasi peringatan dini BMKG menyatakan tahun ini berpotensi kemarau ekstrem sampai dengan bulan September, dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus. Wilayah yang terancam terdampak kekeringan terutama di Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.

Berdasarkan data Kementan, hingga saat ini terdapat sekitar 232.000 hektar lahan pertanian yang di wilayah-wilayah tersebut yang telah ikut dalam program AUPT. "Untuk realisasi dari daerah-daerah yang kena bencana kekeringan ada lebih kurang 232 ribu hektare dan itu kita harapkan mengajukan klaim ke asuransi Jasindo," ungkapnya.

"(Jumlah petaninya?) Datanya ada, hanya 232.000 hektar dan dirata-rata kepemilikan lahan oleh petani di indonesia hanya 0,3 hektare ada yang maksimum 2 hektare, kecuali yang di luar Jawa," ujarnya.

Advertisement

Terkait adanya kemungkinan bakal dilaksanakannya hujan buatan, dia mengatakan belum ada. Pihaknya masih mengandalkan kehadiran bendungan dan embung yang sudah ada serentak menjalankan program bantuan pompa air untuk menghadapi kemarau.

"Potensi hujan buatan belum ada. Karena kita harapkan bantuan pompa yang ada dan bantuan sumber air yang ada semoga semuanya bisa diatasi," tandasnya.

Baca juga:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Kementan Andalkan Varietas Bahan Pangan Tahan Kering
Jurus Kementan Bikin Sawah Tetap Berproduksi Saat Kemarau Ekstrem
Bahas Mitigasi Risiko Kekeringan Ekstrem, Kementan Kumpulkan Dinas Jawa, Bali & NTT
Tak Benar Cabai di Magetan Terserang Penyakit, Tim POPT Langsung Turun Menyelesaikan
Kementan Klaim Harga Daging Ayam Mulai Alami Kenaikan
Investigasi Anjloknya Harga Daging Ayam, Satgas Pangan Cek 3 Daerah

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.