LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

5 Tips ampuh kelola utang yang sudah menumpuk agar cepat lunas

Ada dua jenis utang yang harus dikelola dengan bijak.

2016-06-10 04:11:00
Utang
Advertisement

Utang bisa membuat kondisi hidup menjadi sangat rumit jika tidak bisa mengelolanya dengan bijak. Namun di sisi lain, utang bisa menjadi penggerak hidup jika digunakan untuk hal yang produktif.

Perencana Keuangan dari Fokus Finansial, Martiana Budiarti mengungkapkan, ada dua jenis utang, yakni utang konsumtif dan utang produktif.

Utang konsumtif bisa juga disebut dengan utang jahat karena utang disebabkan oleh pembelian barang yang nilainya cenderung turun mengikuti waktu. Contoh dari utang ini adalah utang kartu kredit, utang KTA (kredit tanpa agunan), pinjaman kendaraan bermotor yang digunakan untuk keperluan pribadi, utang barang elektronik dan juga pinjaman kepada seseorang/lembaga yang mempunyai bunga tinggi (rentenir).

Advertisement

Sementara utang produktif sifatnya berlawanan dengan utang konsumtif. Utang produktif bisa juga disebut utang baik karena utang tersebut digunakan untuk sesuatu yang nilainya positif seiring waktu atau nilai barang yang dibeli cenderung mengalami kenaikan bahkan bisa melebihi suku bunga atau margin utangnya. Contohnya adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Apartment (KPA).

Untuk mengelola utang, Martiana mengatakan perlu melakukan analisa utang terlebih dahulu.

"Apakah kita berani mengetahui berapa total jumlah utang yang kita punya? Banyak yang terjerat utang tapi enggan dan menghindar untuk mengetahuinya sehingga masalah jadi lebih parah," kata Martiana kepada merdeka.com, Kamis (9/6).

Advertisement

Martiana memberikan beberapa tips untuk mengelola utang agar tidak menyulitkan hidup.

Berikut penjelasannya:

Buat daftar dan cek rasio utang

Dalam mengelola utang, Martiana menyebut langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat daftar, kemudian jumlahkan semua utang yang dimiliki, seperti cicilan KPR, cicilan mobil, tagihan kartu kredit, pinjaman dari keluarga dan teman, atau lainnya.

"Kemudian cek rasio utang yakni besarnya angsuran atau cicilan seluruh utang Anda, tidak boleh lebih 30 persen dari pendapatan bahkan jika termasuk utang konsumtif sebaiknya rasio kurang dari 30 persen," ucap Martiana.

Bandingkan juga antara utang dengan total aset dan kekayaan yang dimiliki (dengan mengeluarkan komponen utang KPR dari asset pribadi). Rasio ini menunjukkan kemampuan dalam membayar utang. "Angkanya harus lebih rendah dari 50 persen," tutur Martiana.

Lalu bagaimana dengan yang sudah terlanjur memiliki utang melebihi batas 30 persen dari pendapatan?

Jangan tambah utang baru dan siapkan anggaran

Setelah menghitung jumlah atau rasio utang, Anda lebih baik jangan menambah utang baru. Lebih baik rencanakan anggaran baru, batasi pengeluaran agar sesuai dan tidak melebihi anggaran.

Cek ulang tujuan keuangan. Liburan yang sudah direncanakan, mobil baru yang diinginkan atau beberapa tujuan keuangan lain yang mungkin ditunda dulu.

"Sesuaikan gaya hidup, jika perlu cari sumber pendapatan tambahan baru," ungkap Martiana.

Kaji aset yang ada

Kaji kembali asset yang ada, apakah terpaksa harus ada yang dijual untuk menutupi rasio utang yang lebih besar dari 30 persen. Jika sudah mendesak bisa dipertimbangkan untuk menjual kendaraan bermotor, perhiasan, benda berharga, dan lain-lain untuk membayar utang.

"Kurangi juga bahkan dihindari pengeluaran yang tidak penting agar pendapatan bisa dialokasikan lebih fokus membiayai utang," tegas Martiana.

Lunasi utang konsumtif

Utang konsumtif harus menjadi fokus utama untuk dilunasi. Khusus untuk utang kartu kredit, apabila dikalkulasi secara sederhana dengan asumsi kartu kredit dibayar minimum 10 persen secara konsisten dari saldo tagihan awal dengan asumsi bunga 3 persen per bulan dan tidak ada pemakaian tambahan, dapat dihitung bahwa utang baru lunas lebih dari 24 bulan.

"Diperlukan niat dan tingkat disiplin yang tinggi dalam melaksanakan rencana melunasi dan mengelola utang dengan benar," ucap Martiana.

Kembali berpikir perlu atau tidak berutang

Pada akhirnya, lanjut Martiana, sebelum berutang sebaiknya munculkan pertanyaan 'Apakah saya benar-benar membutuhkan barang tersebut, hingga terpaksa berutang untuk membelinya?'. Jika memang niat sudah bulat untuk mengambil utang, hitunglah besarnya rasio utang dengan pendapatan.

"Jangan sampai melebihi rasio yang seperti disebutkan di atas, agar kondisi keuangan sehat dan hidup bisa lebih tenang," tutup Martiana.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.