LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

5 Pengakuan Ricky pencipta mobil listrik menolak balik ke Jepang

Ricky membeberkan alasan dan pertimbangannya memilih bertahan di Indonesia.

2014-04-16 06:03:00
Dahlan Iskan
Advertisement

Dalam tulisannya di manufacturing hope dan pengakuannya kepada sejumlah awak media, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan telah bersalah terhadap Ricky Elson. Sebab, Dahlan yang meminta Ricky kembali ke Indonesia untuk mengembangkan mobil listrik.

Padahal, Ricky sudah hidup enak di Jepang. Setelah lulus kuliah Ricky langsung ditawari bekerja di perusahaan Jepang. Pencipta mobil listrik Selo ini bekerja sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.

Dahlan terus merayu Ricky untuk pulang ke Indonesia dan membuat mobil listrik 100 persen Made in Indonesia. Ricky memenuhi komitmennya. Membuat mobil listrik buah karya anak bangsa. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik.

Advertisement

Namun, beberapa waktu lalu Ricky sempat berpikir ulang bertahan di tanah air dan kembali ke Jepang. Melalui akun Facebooknya, Ricky bercerita bahwa belum lama ini dia mendapat perintah dari tempat kerjanya di Jepang untuk kembali.

Itu berarti dia harus meninggalkan apa yang sudah dilakukannya selama ini di Indonesia. Di sisi lain, mobil listrik hasil karyanya tidak jelas nasib dan masa depannya. Mobil listrik masih mangkrak di lab Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Tak berselang lama setelah itu, Ricky akhirnya membuat keputusan besar untuk bertahan di Indonesia. Ricky sesungguhnya sudah sempat ke Jepang, namun bukan urusan mobil listrik.

Advertisement

"Kemarin saya rencana ke Jepang bukan karena urusan mobil listrik, memang ada kaitan tapi itu bukan alasan utama. Sekarang saya putuskan tetap di Indonesia," ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, selasa (15/4).

Dalam perbincangan dengan merdeka.com, Ricky membeberkan alasan dan pertimbangannya enggan kembali ke Jepang dan memilih berkarya di Indonesia. Berikut penuturannya.

Belajar di Jepang, terapkan di Indonesia

Ricky belajar mengenai teknologi di Jepang sebelum akhirnya dirayu Dahlan untuk kembali dan mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Dalam pandangannya, ilmu yang diperolehnya di Jepang jauh lebih berguna untuk bangsanya sendiri.

"Memang di Jepang itu nyaman dan kehidupan teratur. Tapi itu bukan tujuan saya. Tugas saya belajar dulu di Jepang dan diterapkan Indonesia," ujar Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, selasa (15/4).

Berkarya untuk Indonesia

Ricky Elson mengakui bahwa hidup di Jepang menyenangkan. Namun, dia tidak sampai hati meninggalkan tanah air Indonesia untuk kembali ke negeri Sakura. Menurutnya, ada kesempatan emas untuk berkarya bagi bangsanya sendiri.

"Bodoh banget saya kalau sampai balik lagi ke Jepang. Di sini ada kesempatan kenapa harus lari lagi. Kalau masalah izin, selagi ada upaya pasti ada jalan," tegas Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, selasa (15/4).

Indonesia butuh mobil listrik

Kebutuhan Indonesia akan mobil listrik membuat Ricky Elson memutuskan bertahan dan tetap berkarya di dalam negeri, sekaligus menolak tawaran kembali ke Jepang.

Pencipta mobil listrik Selo ini sebetulnya telah bekerja sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.

Ricky menegaskan tidak akan berhenti menciptakan mobil listrik berlabel Made in Indonesia. Dia menyebut, 10-20 tahun mendatang Indonesia akan membutuhkan mobil listrik.

"Kita akan terus buat dan saya tidak kepikir berhenti buat mobil listrik. Saya buat mobil listrik sekarang ini untuk 10 dan 20 tahun mendatang," ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (15/4).

Dukungan dari rekan di Malaysia

Melalui akun facebooknya, Ricky mengaku mendapat dukungan dari rekan di Malaysia supaya tak menyerah, kendati beberapa produk kreasinya belum didukung beberapa instansi pemerintah. Sahabat dari negeri jiran itu bahkan memberikan dukungan finansial baginya mengembangkan pelbagai teknologi listrik terapan.

"Dari telfon di negri seberang (Malaysia) seorang saudara yg hatinya telah digerakkan oleh SANG PENGUASA HATI, berkata, Ricky, teruskan perjuanganmu di Indonesia. InsyaAllah, kami di sini dengan izinNYA, akan memberikan dukungan finansial utk 1thn kedepan atas upaya pengembangan teknologi dan pembimbingan generasi muda dalam RnD teknologi yg bermanfaat utk rakyat," demikian tulis Ricky dalam laman Facebooknya.

Berhenti dari pekerjaan di Jepang

Ricky tidak hanya membuat keputusan besar untuk menetap di Indonesia, dia juga sekaligus memutuskan mundur dari NIDEC Coorporation, perusahaan baterai listrik berpusat di Kyoto, yang membesarkan namanya.

Saat ini Ricky bekerja sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator di perusahaan tersebut. Dia menyatakan akan segera mengajukan surat pengunduran diri. Tapi belum jelas, kapan surat pengunduran diri akan diserahkan.

"Sambil berfikir, metode resign yg baik. Alhamdulillah, hati dan tekad ini telah bulat, berkarya di Indonesia," kata Ricky dalam laman Facebooknya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.