5 Kesamaan pemikiran Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta soal ekonomi
Banyak janji kedua capres-cawapres ini seperti apa gambaran Indonesia saat pemerintahannya nanti.
Pemilu Presiden 2014 tinggal hitungan hari. Pada Pilpres 9 Juli nanti hanya akan diikuti dua pasangan calon. Jokowi: Jokowi: Jokowi: Jokowi: Jokowi:
Koalisi PDIP , NasDem, PKB dan Hanura mengusung Jokowi dan Jusuf Kalla , sedangkan, Koalisi Merah Putih terdiri dari Gerindra , PPP , PAN , PKS , Golkar, dan PBB menjagokan duet Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa .
Demi meyakinkan pilihan masyarakat, tentu dua pasangan ini sudah menyiapkan sejumlah visi dan misi akan dibawa seperti apa Indonesia saat pemerintahannya nanti.
Banyak janji kedua capres-cawapres ini. Terbanyak berasal dari pasangan Jokowi - JK. Visi misi mereka diberi judul 'Jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian' dengan total 42 halaman.
Sementara, kubu Prabowo-Hatta memberi judul visi misi mereka dengan 'Agenda dan program nyata untuk menyelamatkan Indonesia' dengan total 13 halaman.
Meski banyak perbedaan, namun, tak sedikit juga ditemukan kesamaan misi kedua pasangan ini. Apa saja kesamaan cita-cita kedua pasangan itu? Berikut merdeka.com merangkum lima kesamaannya.Pendidikan
- Wajib belajar 12 tahun bebas pungutan menuju peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia
Prabowo:
- Melaksanakan wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara, menghapus pajak buku pelajaran, menghentikan penggantian buku pelajaran setiap tahun, dan mengembangkan pendidikan jarak jauh terutama untuk daerah yang sulit terjangkau dan miskin.Hunian
- Program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi
- Mempercepat penyediaan perumahan bagi 15 juta rakyat yang belum punya rumah melalui: (i) negara harus memiliki stok tanah (land bank) untuk rumah rakyat, (ii) pengembangan apartement/rumah susun oleh swasta dan BUMN untuk mengefisienkan konsumsi lahan di perkotaan. (iii) pembangunan 2000 tower rumah susun oleh negara bagi rakyat berpenghasilan rendah, berkapasitas 500 unit per tower. Pembelian dilakukan dengan cicilan selama 20 tahun berbunga 5 per tahun, atau bagi hasil syariah yang setara. (iv) Pembangunan apartemen bagi kelas menengah oleh swasta dan atau BUMN. Negara memberikan subsidi bunga sehingga pembeli hanya membayar bunga maksimal 5 per tahun atau bagi hasil syariah yang setara.Infrastruktur
- Kami akan membangun infrastruktur jalan baru sepanjang 2000 Kilometer dan memperbaiki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua
Prabowo:
- Membangun prasarana di seluruh wilayah Indonesia: jalan dan jembatan termasuk 3.000 km jalan raya nasional baru modern dan 4.000 km rel kereta api, pelabuhan laut (samudera dan nusantara) dan pelabuhan udara, listrik, dan telekomunikasi. Kereta api dijadikan prioritas pembangunan infrastruktur transportasi.
Dana APBN yang dialokasikan adalah sekitar Rp 1400 triliun atau 10,32 dari total belanja negara 2015-2019.Investasi
- Kami akan menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perijinan bisnis menjadi maksimal 15 hari, meluncurkan insentif kebijakan fiskal dan non-fiskal untuk mendorong investasi sektor hulu dan menengah
Prabowo:
- Pemangkasan rantai birokrasi dan perijinan yang berlebihan di tingkat pusat dan daerah.Pertanian
- Kami akan mewujudkan kedaulatan pangan melalui pendirian Bank Petani
Prabowo:
- Mendirikan Bank Tani dan Nelayan yang secara khusus menyalurkan kredit pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil, petani, peternak, nelayan, buruh, pedagang tradisional dan pedagang kecil.