LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

5 Kerugian Akibat Terjangan Banjir awal 2020 di Jakarta dan Sekitarnya

Pada awal 2020, sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Curah hujan yang tinggi sejak Selasa, (31/12), menjadi pemicu banjir yang terjadi. Bencana banjir itu mengejutkan banyak masyarakat. Aktivitas perekonomian lumpuh akibat akses yang terputus.

2020-01-09 08:00:00
Banjir
Advertisement

Pada awal 2020, sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Curah hujan yang tinggi sejak Selasa, (31/12), menjadi pemicu banjir yang terjadi.

Bencana banjir itu mengejutkan banyak masyarakat. Aktivitas perekonomian lumpuh akibat akses yang terputus.

Salah satunya, perjalanan kereta yang pada satu Januari, perjalanan menuju Rangkas Bitung, Maja dan Parung Panjang-Tanah abang lumpuh akibat peron rel 5 dan 6 terendam air. Selain itu, banjir juga terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma.

Advertisement

Di samping itu, permukiman warga di Jakarta dan sekitarnya juga banyak yang hancur. Kendaraan roda dua dan empat banyak yang tersapu oleh terjangan air.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memperkirakan kerugian akibat banjir mencapai ratusan miliar Rupiah. Berikut lima daftar kerugian imbas banjir, yang terjadi di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Advertisement

73 Pasar di Jabodetabek Rugi hingga Rp350 miliar

Dampak banjir yang menggenangi daerah Jabodetabek, tercatat berimbas pada kerugian yang dialami 73 pasar tradisional. Kerugiannya tercatat sampai Rp350 miliar.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri, saat dihubungi merdeka.com pada Sabtu (4/1) menyebutkan, Rp350 miliar kerugian itu dialami dalam jangka waktu tiga hari berturut-turut.

"Kurang lebih kerugiannya Rp350 miliar selama 3 hari," kata Abdullah saat dihubungi merdeka.com.

Dari banjir itu, diperkirakan ada 17.000 pedagang yang ikut terdampak kerugiannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Harga Mobil Bekas Banjir Turun Drastis

Pada awal tahun, saat banjir menggenangi daerah DKI Jakarta dan sekitarnya, banyak kendaraan roda dua dan empat yang terendam banjir. Beberapa ada yang tersapu, mengikuti derasnya arus.

Akibat banjir itu, harga mobil bekas banjir mengalami penurunan drastis. Kerugiannya ditaksir mencapai puluhan juta Rupiah. Alasan mengapa harga bisa menurun secara drastis karena kualitas kondisi mobil sudah terganggu.

Misalnya, akibat ruang mesin yang terendam air banjir, mengakibatkan kondisi mesin mobil terganggu. Dari masalah itu, berdampak pada pembeli yang secara otomatis, akan menurunkan harga dengan drastis.

Jasa Marga Kehilangan Pendapatan Akibat Tol Digratiskan

Ruas jalan menuju DKI Jakarta sempat ditutup dan dialihkan. Hal ini membawa kerugian pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Terhitung selama 18 jam, pihak Jasamarga memberi masyarakat perjalanan gratis di Tol Dalam Kota untuk masyarakat.

Kompensasi itu diberikan untuk ruas Jalan Tol Cawang - Grogol - Tomang yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan ruas Jalan Tol Cawang - Tanjung Priok Ancol Timur Jembatan Tiga Pluit yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Kerugian Sekitar Rp56,2 miliar Atas Kerusakan Infrastruktur di Lebak

Terdapat enam kecamatan yang terdapat di empat kabupaten/kota yang menjadi terjangan banjir bandang pada satu Januari silam. Tercatat sebanyak 17.200 jiwa yang mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Dari total kerugian infrastrukturnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak mencatat terdapat 31 unit jembatan dan jalan yang rusak.

Dari kerusakan jalan dan jembatan itu, Banten mengalami kerugian kurang lebih sampai Rp56,2 miliar.

Pengusaha Ritel Alami Kerugian

Selama pergantian tahun, perusahaan ritel juga mengalami penurunan pendapatan sampai 50 persen. Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab sepinya pengunjung untuk berbelanja di mal.

Dalam genangan banjir yang terjadi sejak satu Januari, membuat beberapa pusat perbelanjaan di DKI Jakarta, seperti Mal Cipinang Indah, Mal Taman Anggrek, Puri Indah Mall, sampai kawasan Mal di Daan Mogot, mengalami pelumpuhan aktifitas.

Dikutip pada laman CNBC, menurut Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo, banjir yang merendam pusat perbelanjaan mengalami penurunan pendapatan sampai 50 persen.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.