5 Kabar terbaru dari seleksi CPNS 2018
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 masih dibuka hingga 15 Oktober 2018. Terdapat 238.015 lowongan yang dibuka untuk berbagai instansi/kementerian. Ini terdiri dari 51.271 di pusat dan 186.744 untuk instansi daerah. Dialokasikan pada 76 K/L dan 525 pemda provinsi, kabupaten dan kota.
Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 masih dibuka hingga 15 Oktober 2018. Terdapat 238.015 lowongan yang dibuka untuk berbagai instansi/kementerian.
"Rekrutmen ini sudah rencana sedemikian rupa untuk merekrut CPNS di 2018. Tujuannya dalam rangka untuk menghasilkan sumber daya manusia aparatur yang lebih berkualitas. Dalam rangka wujudkan birokrasi yang berkelas dunia di 2024," jelas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin.
Dia menyebut bahwa jumlah kebutuhan PNS secara nasional pada tahun ini mencapai 238.015. Ini terdiri dari 51.271 di pusat dan 186.744 untuk instansi daerah. "Dialokasikan pada 76 K/L dan 525 pemda provinsi, kabupaten dan kota," tambah dia.
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, berdasar jumlah formasi CPNS yang dibuka, BKN memperkirakan jumlah pelamar akan melonjak drastis jika dibandingkan rekrutmen 2017. Diperkirakan jumlah pelamar akan mencapai 6 juta lebih.
Sejauh ini, apa saja informasi terbaru dari proses seleksi CPNS tahun ini? Berikut rangkumannya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6
Syarat formasi atlet berprestasi
Pemerintah membuka kesempatan khusus bagi atlet berprestasi di seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Namun, formasi khusus tersebut untuk atlet yang berprestasi di skala internasional.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPanRB), Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan pada tahun ini pemerintah memberi kuota khusus bagi atlet berprestasi. "Ada kuotanya, kurang lebih 200 orang sekian. Tapi hanya untuk atlet berprestasi internasional saja ya," tuturnya.
Seleksi untuk daerah bencana ditunda
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengaku akan menunda seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 untuk peserta di daerah korban gempa dan tsunami di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Hal itu mempertimbangkan efek psikologis yang dahsyat menimpa para korban bencana alam di sana.
"Pertimbanganya kita tunda sementara tapi tidak semuanya hanya di 5 daerah yakni Provinsi Palu, Sigi, Parigi, Donggala, dan Moutong," tutur Deputi Sistem Informasi BKN, Iwan Hermanto.
Meski begitu, Iwan tetap memastikan proses pelaksanaan CPNS 2018 di daerah-daerah tersebut akan rampung pada tahun ini.
Pelamar CPNS sudah mencapai 4 juta
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 hampir mencapai 4 juta pelamar hingga hari ini. Jumlah tersebut sesuai dengan perkiraan dari BKN.
"Sekarang sudah hampir 4 juta yang daftar. Ini sesuai perkiraan kita yakni sampai 5 juta pelamar. Ini masih ada 5 hari lho pendaftarannya," tutur Deputi Sistem Informasi BKN Iwan Hermanto.
Formasi 2018 terbesar sepanjang sejarah
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, mengatakan kuota penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 sebesar 238.015 adalah kuota terbesar dalam sejarah. Pihaknya menyebut segala persiapan sudah dilakukan secara matang.
"Itu adalah angka paling besar dalam sejarah atau yang pernah diterima sebagai PNS selama perekrutmen yang ada, jadi kita sebelumnya tidak pernah menerima angka sebesar itu," tuturnya.
CPNS 2018 dipastikan bebas calo
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, memastikan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 akan bersih dari praktik calo. Itu dikarenakan saat ini proses seleksi terintegrasi melalui online sistem.
"Nanti kalau masuk kamu kasih saya ya, padahal orang ini (calo) hanya ngintip aja, di Kodam diintip, CPNS juga sama diintip. Mau masuk bayar, padahal itu omong kosong, semua pakai sistem sekarang," tuturnya.
Moeldoko menegaskan, praktik calo atau orang penjamin agar peserta masuk CPNS 2018 tidak akan lagi ditemukan pada tahun ini. Kata dia, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga telah bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan pengamanan CPNS 2018 itu.