5 Fakta Mengejutkan Terbaru Soal Pengangguran di Indonesia
Masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk diselesaikan. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menegaskan bahwa persoalan pengangguran di Indonesia bukan disebabkan minimnya ketersediaan lapangan kerja, melainkan dipicu oleh ketimpangan 'skill' atau keterampilan calon tenaga kerja.
Masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk diselesaikan. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menegaskan bahwa persoalan pengangguran di Indonesia bukan disebabkan minimnya ketersediaan lapangan kerja, melainkan dipicu oleh ketimpangan 'skill' atau keterampilan calon tenaga kerja.
Menurut Menteri Hanif, penciptaan lapangan kerja di era Presiden Joko Widodo saat ini justru telah melampaui target yang ditetapkan mencapai 10 juta lapangan kerja selama lima tahun pemerintahan.
Menteri Hanif menjelaskan saat ini jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 131 juta orang, di mana 58 persen di antaranya adalah lulusan SD dan SMP. Selain dominasi lulusan SD dan SMP, problem miss match atau lapangan kerja yang tak sesuai dengan latar belakang pendidikan mencapai 50 persen.
"Kalau ada 10 orang (angkatan kerja), 6 orang merupakan lulusan SD-SMP dan 2 orang yang 'miss match'. Artinya hanya 2 orang yang memang punya pendidikan baik dan skill yang baik sesuai kebutuhan pasar kerja," kata dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018, tecatat jumlah pengangguran penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 70 juta lebih. Di mana tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen.
Kemudian ditinjau berdasarkan provinsi, Jawa Barat merupakan daerah dengan TPT tertinggi kedua di Indonesia dengan jumlah 8,17 persen. Sedangkan Banten masih menempati urutan pertama TPT tertinggi dengan jumlah 8,52 persen dari total pengangguran nasional.
Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta terbaru mengenai pengangguran di Indonesia.
Jumlah Pengangguran RI Setara Penduduk Singapura
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro, menyoroti tingkat pengangguran di Indonesia. Pada 2018, tingkat pengangguran di Indonesia mencapai angka 5,3 persen.
Menteri Bambang berujar, jumlah itu setara dengan jumlah penduduk Singapura secara keseluruhan. "Jumlah pengangguran kita tahun kemarin 5,3 persen, itu sekitar 7 juta masyarakat Indonesia. Kalau dibandingkan, jumlah itu setara dengan jumlah penduduk Singapura," ujarnya.
Pengangguran Dijanjikan Dapat Gaji
Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, mengaku pihaknya masih mengkaji rencana program kartu Prakerja untuk pengangguran Indonesia. Kartu ini merupakan salah satu program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Pemberian gaji, kata dia, merupakan kompensasi bagi para penerima kartu Prakerja karena meninggalkan keluarganya selama mengikuti pelatihan hingga mendapatkan pekerjaan. Namun, Menteri Hanif enggan berbicara soal besaran uang yang akan diterima oleh para penerima kartu tersebut.
"Setelah punya skill baru, dia harus punya waktu untuk cari kerja. Pada saat pelatihan dan cari kerja baru, keluarganya siapa yang urus? Itu maksudnya kenapa insentif-insentif itu diperlukan. Bentuknya seperti apa, besarnya seperti apa, nanti lah," jelas dia.
Pengangguran di Kota Turun, Melejit di Desa
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kota menurun dalam satu tahun terakhir. Di 2017, TPT di kota sebesar 6,79 persen, akhir 2018 sebesar 6,45 persen. Meski demikian, TPT desa meningkat menjadi 4,04 persen akhir 2018.
Sebagai informasi, TPT adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.
"TPT di kota turun dari 6,7 persen menjadi 6,45 persen tapi di desa naik tipis sekali dari 4,01 menjadi 4,04 persen," ujar Kepala BPS, Suhariyanto.
4 Tahun Pemerintah Jokowi, Pengangguran Turun Drastis
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Hanif Dhakiri menyebut bahwa angka pengangguran di Indonesia turun drastis di era pimpinan Joko Widodo atau Jokowi dibandingkan periode sebelumnya.
"Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, pengangguran menjadi salah satu prioritas utama. Sehingga dalam empat tahun kepemimpinan beliau angka pengangguran turun dari 6,1 persen menjadi 5,3 persen," katanya.
Tingkat Pengangguran Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saat ini ekonomi Indonesia tumbuh cukup baik di kisaran 5 persen. Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti dengan penurunan pengangguran hingga mencapai 5,13 persen, terendah dalam 20 tahun terakhir.
"Tetap konsisten di atas 5 persen dengan inflasi terjaga di sekitar 3,5 persen, yoy baru 2,8 persen. Momentum pertumbuhan yang meningkat diharapkan terus meningkatkan kesempatan kerja, angka pengangguran menurun mencapai 5,13 persen," ujarnya.