LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

4 Rintangan hadang pengembangan mobil nasional

Pemerintah menyarankan pengembangan mobil nasional sebaiknya dimulai dari perusahaan BUMN.

2014-06-24 07:31:00
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Pada dialog bersama KADIN , Jumat lalu, Calon Presiden Prabowo Subianto kembali mendengungkan keinginannya mewujudkan pembuatan mobil nasional. Saat membicarakan soal kebangkitan ekonomi dalam negeri, Prabowo bercerita bahwa Aburizal Bakrie memiliki keinginan untuk membuat mobil.

"Di meja Aburizal Bakrie , ada maket mobil, beliau ingin membuat. Mudah-mudahan terwujud cita-cita itu," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, bukan hal mustahil untuk mewujudkan produk buatan asli Indonesia. Saat ini mutlak dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dengan semua kalangan untuk mewujudkannya.

"Kerja sama pemerintah, ekonom, pelaku usaha, politisi di DPR, pemimpin buruh dan akademisi di kampus. Kita harus bekerja sama," lanjutnya.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat , menyatakan bahwa rencana pembuatan mobil nasional sebetulnya juga sudah direncanakan semenjak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Namun, rencana ini gagal karena menciptakan mobil nasional membutuhkan dana besar.

Menurut mantan ketua umum KADIN itu, pengembangan mobil nasional sebaiknya dimulai dari perusahaan BUMN. Perusahaan pelat merah bisa diberi anggaran besar untuk kemudian dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Akan tetapi, rencana pengembangan mobil nasional tentunya tidak hanya terganjal oleh satu permasalahan saja. Ada masalah lain, selain pendanaan, di sekelilingnya.

Berikut merdeka.com mencoba merangkum sejumlah masalah untuk diselesaikan jika ingin mewujudkan cita cita Indonesia memiliki mobil buatan sendiri.

Infrastruktur tak mendukung

Sekjen Gaikindo, Noergajito, mengungkapkan tak berkembangnya industri otomotif dalam negeri salah satunya disebabkan lemahnya infrastruktur. Infrastruktur menjadi pertimbangan investor untuk masuk ke Indonesia.

"Tantangan di luar perusahaan adalah lemahnya infrastruktur seperti listrik, akses ke pelabuhan," ujarnya.

Selain itu, kendala Indonesia lainnya adalah mahalnya bahan baku pembuatan mobil. Di mana harga bahan baku dalam negeri bahkan lebih mahal dari impor.

Advertisement

Belum ada inisiatif dari perusahaan negara dan pemerintah

Memang diakui Menteri Perindustrian MS Hidayat, saat ini, pengembangan mobil nasional sebaiknya dimulai dari perusahaan BUMN. Perusahaan pelat merah bisa diberi anggaran besar untuk kemudian dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Namun demikian, permasalahan pengembangan mobil di BUMN, juga bukan tanpa kendala karena proyek ini belum menjadi prioritas dari BUMN maupun pemerintah. Dia mencontohkan kasus mobil produksi PT INKA.

"Kemarin saya buat ujicoba kendaraan pick up yang murah itu di INKA, diberhentikan di tengah jalan. Waktu itu, karena memang kurang prioritas mungkin. Saya mendengar itu akhirnya oleh dirutnya dihentikan, karena ada prioritas yang lebih jauh," tuturnya.

Advertisement

Pemasaran mahal

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito mengatakan, jika membuat mobil nasional dengan merek baru membutuhkan biaya sangat mahal. Seperti untuk produksi saja membutuhkan USD 700 juta kapasitas 100.000 unit per tahun.

"Paling mahal itu mengembangkan network sale. Penjualan membutuhkan workshop, bengkel dan spare part. Salah satu produsen otomotif itu workshop di pinggiran Pontianak menghabiskan Rp 60 miliar, apalagi di kota besar," ucap Noergardjito.

Suku cadang mahal

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito mengaku sebetulnya produsen Indonesia sudah mampu membuat mobil dengan komponen lokal mencapai 80 persen. "Sekarang kalau pengertian mobil nasional hanya merek tapi banyak impor apa itu nasional? Sebetulnya mobil nasional itu yang membawa keuntungan ekonomi seperti lokal konten itu," tegasnya.

Namun, saat ini mahalnya bahan baku pembuatan mobil menjadi kendala. Di mana harga bahan baku dalam negeri bahkan lebih mahal dari impor.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.