LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

4 Reaksi pasar sambut Jokowi jadi presiden

Penguatan diikuti optimisme investor asing yang menunjukkan tanda-tandanya mulai masuk kembali ke pasar Indonesia.

2014-10-21 06:05:00
Pelantikan Jokowi-JK
Advertisement

Saat Jokowi-JK dilantik menjadi presiden dan wakil presiden, perdagangan di bursa saham, berjalan sangat ramai dengan frekuensi 241.111 kali transaksi. Sebanyak 192 saham naik, 127 saham turun dan sisanya 229 saham stagnan.

Pelantikan Jokowi-JK, disambut antusias masyarakat. Kancah politik yang panas saat pemilihan ketua DPR, MPR, semua hilang, saat pesta rakyat menyambut presiden baru, dilakukan ribuan orang yang memadati jalan Sudirman-Thamrin, dan berkumpul di Monumen Nasional.

Penguatan juga diikuti optimisme investor asing yang menunjukkan tanda-tandanya mulai masuk kembali ke pasar Indonesia dengan membukukan pembelian bersih setelah beberapa pekan terakhir tercatat capital outflow," ujar Analis Equity Analyst Ascend, Agus Susanto Benzaenuri, Senin (20/10). Berikut, reaksi pasar yang terjadi saat Jokowi resmi menjadi Presiden Indonesia ke-7.

IHSG tembus 5.000

Indeks harga saham gabungan (IHSG), ditutup menguat menyambut kesuksesan penetapan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7 dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. IHSG menguat 11,59 poin atau naik 0,23 persen pada level 5.040,53 poin. Selain itu, LQ45 naik 0,10 persen pada 855,03 poin.

Kenaikan IHSG sampai tembus level 5.000, sudah diprediksi analis karena memberikan optimisme baru pada pasar. Tetapi, pasar masih menunggu bagaimana komposisi kabinet yang akan dipilih Jokowi-JK.

"Dalam sepekan ke depan, sesuai Jokowi-JK dilantik, mereka tunggu nama menteri yang dikeluarkan. " ujar Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (20/10)

Advertisement

Dana asing ngalir deras

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla membuat pasar modal lebih bergairah. Investor kembali menaruh kepercayaan. Ini ditunjukkan dari besarnya dana asing yang masuk pasa saham pada perdagangan kemarin.

Investor asing melakukan pembelian mencapai Rp 734 miliar. Dengan rincian, pembelian asing mencapai Rp 2,66 triliun. Sedangkan, penjualan asing hanya mencapai Rp 1,92 triliun.

Saat pelantikan, sebanyak sebanyak 5,45 miliar saham dan dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,59 triliun. Secara sektoral, sektor perdagangan dan aneka industri mendorong perdagangan IHSG, sementara sektor konsumer dan perkebunan terkoreksi.

Advertisement

Rupiah menguat

Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla membuat pasar modal lebih bergairah. Investor kembali menaruh kepercayaan. Ini ditunjukkan dari besarnya dana asing yang masuk pasa saham pada perdagangan hari ini.

Tercatat, investor asing melakukan pembelian mencapai Rp 734 miliar. Dengan rincian, pembelian asing mencapai Rp 2,66 triliun. Sedangkan, penjualan asing hanya mencapai Rp 1,92 triliun.

Aksi jual beli asing masih mendominasi pasar saham pada perdagangan hari ini. Total transaksi di pasar saham mencapai Rp 4,77 triliun dengan volume perdagangan mencapai 3,35 miliar saham. Dana asing yang masuk ke dalam pasar saham sejak awal tahun hingga posisi perdagangan terakhir masih berada di kisaran Rp 42,357 triliun.

Pasar optimis

Saat hasil hitung cepat beberapa lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia 2014-2019 IHSG menembus 5.100. Kemarin, saat pelantikan IHSG mencapai level 5.080

Pasar memandang positif pasangan Jokowi-JK ini, Diharapkan kebijakan yang dikeluarkan bisa mendorong investasi yang lebih deras di Indonesia. Salah satu kebijakan yang ditunggu adalah naiknya harga BBM subsidi.

"Dan perkembangan pasar indeks Indonesia sangat ditentukan oleh kestabilan pertumbuhan Indonesia. Kenaikan harga BBM di perlukan supaya indonesia bisa tumbuh secara wajar," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, beberapa waktu lalu.

(mdk/arr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.