4 Penyebab 'aneh' keterlambatan penerbangan Lion Air
YLKI mencatat Lion Air selalu mendapat keluhan konsumen soal keterlambatan penerbangan.
Lion Air kembali melakukan keterlambatan penerbangan atau delay. Kali ini insiden delay terjadi di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Sebanyak 215 penumpang terpaksa merasakan delay hingga dua jam sebelum bisa diberangkatkan ke daerah tujuan. Pengelola Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengaku, petugas Lion Air salah memberi petunjuk pesawat kepada 215 orang penumpang yang akan dibawa ke Jakarta. Kesalahan tersebut terjadi saat para penumpang Lion Air terpaksa dipindahkan ke pesawat lain lantaran pesawat yang sudah dimasuki ternyata tak dapat izin terbang. Maskapai penerbangan Lion Air mengalami delay hampir seharian. Pasalnya, telah terjadi insiden kecil terhadap pesawat Lion Air jurusan Semarang- Jakarta yang diterbangkan pada Rabu (18/2) tahun lalu. Pilot Lion Air melakukan aksi mogok terbang hari ini karena dana transport pilot belum juga diberikan oleh perusahaan. Aksi mogok ini menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan maskapai berlogo singa itu mengalami keterlambatan atau delay di sejumlah bandara. Mulai Rabu hingga Sabtu Februari tahun lalu, sejumlah penerbangan Lion Air dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta mengalami keterlambatan. Ribuan penumpang menumpuk di beberapa terminal.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dari data yang dimilikinya, mengungkapkan konsumen angkutan udara meragukan kinerja Lion Air terkait ketepatan waktu penerbangan maskapai tersebut. Bahkan, maskapai milik Waketum PKB Rusdi Kirana ini selalu mendapat keluhan konsumen soal keterlambatan penerbangan.
"Dari 100 konsumen yang mengadu ke kita soal maskapai penerbangan, memang paling diragukan itu Lion Air," ujar Ketua Harian YLKI Sudaryatmo kepada merdeka.com di Jakarta.
Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana menjelaskan keterlambatan yang kerap terjadi pada maskapainya sangatlah wajar. Sebab, maskapai ini memiliki tingkat frekuensi penerbangan yang tinggi.
"Kita punya penerbangan satu hari ada 700 kali, memang take off terlambat tidak bisa terhindar, pasti ada delay," ujarnya di Lion Air Tower, Jakarta.
Meski begitu diakuinya setiap keterlambatan sudah diperkirakan sebelumnya untuk alasan dan menjaga keselamatan penerbangan yang menjadi tujuan utama perusahaan. Berbagai cara ditempuh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan penumpangan. Bahkan dia mengklaim sudah melakukan banyak perubahan dalam maskapainya.
"Sudah banyak perbaikan, sekarang lebih tepat waktu (on time). Sampai saat ini saja kita mempunyai kapasitas penumpang hingga 90 persen," jelas dia.
Lalu dari sejumlah delay yang dilakukan Lion Air tercatat sejumlah kejadian 'aneh' menjadi penyebabnya. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah penyebab tersebut.Petugas Lion Air salah masukkan penumpang ke pesawat
"Akibat insiden itu, penumpang jadi ngamuk. Akhirnya penerbangan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sempat alami penundaan selama beberapa jam," ujar Airport Duty Officer Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Ongah Hasnan Siregar.
Kejadian itu bermula, saat penumpang melakukan proses boarding atau memasuki pesawat yang telah ditentukan menggunakan garbarata yakni Boieng 737-900 bernomor registrasi PK-LGZ.
Setelah penumpang masuk dan duduk di kursi dalam pesawat, lanjutnya, tiba-tiba penumpang diminta keluar lagi menuju ruang tunggu, sebelum kemudian dipindah menggunakan pesawat dengan jenis dan tipe yang sama dengan nomor registrasi PK-LGJ.
Suami salah seorang calon penumpang, Aznil (47) mengaku, insiden itu memakan waktu hampir 2 jam dengan kondisi seluruh penumpang ditelantarkan di terminal bandara.
"Penumpang baru disuruh naik ke pesawat sekitar jam 19.00 Wib, setelah sebelumnya menunggu di bandara. Saat naik pesawat pertama, terdengar suara speaker dalam pesawat mengumumkan, permintaan maaf karena pesawat ini belum dapat berangkat karena tidak dapat izin," kata Aznil.Burung tabrak baling-baling pesawat
Akibatnya, pesawat tersebut harus mendarat darurat di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang dan menjalani proses perbaikan di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang yang dikelola oleh pihak PT. Angkasa Pura I Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Kemarin siang, ada burung yang menabrak salah satu baling-baling pesawat Lion Air yang terbang dari Semarang ke Jakarta. Akibatnya, pesawat harus mendarat darurat di sini. Itu pesawatnya baru diperbaiki di sini," ungkap salah seorang staf lapangan PT. Angkasa Pura I Didik Kuntoro dalam percakapannya dengan penumpang Rahmulyo Adi Wibowo yang juga disaksikan merdeka.com Kamis (19/2) di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Tapi sebentar lagi normal kok," ungkap Didik Kuntoro pendek.Ratusan pilot mogok
"Ada sekitar ratusan pilot yang mogok. Kami memperjuangkan hak atas uang transport yang telat ditransfer," ujar DR seorang pilot Lion Air kepada wartawan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/5).Ban pesawat kempes
Menurut Direktur Airport Service Lion Group, Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi, pada tiga hari itu ada lebih kurang 17 pesawat yang memang tak terbang.
"Saya sampaikan ada 7 pesawat pada hari itu. Itu 7 yang bermasalah, yang maintenance itu ada10 jadi sekitar 17. 10 Itu program maintenance jadi bukannya ada kerusakan," kata Daniel dalam jumpa pers di Kementerian Perhubungan Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/2).
Kerusakan itu, lanjutnya, banyak penyebabnya. Waktu perbaikannya pun berbeda-beda tergantung tingkat kerusakannya.
"Namanya ban kempes, nabrak burung tiba-tiba penyok itu terjadi," tambahnya.