LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

4 Dirut Merpati yang layu sebelum berkembang

Selama 10 tahun terakhir, Merpati terus berganti direksi. Tetapi kondisinya semakin menurun.

2014-07-08 06:02:00
DPR
Advertisement

Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, akhirnya mengeluarkan rekomendasi sebagai penyelamatan maskapai milik negara, Merpati Nusantara Airlines , yang hingga hari ini masih terlilit utang triliunan.

Tercatat, sampai akhir bulan lalu, utang Merpati telah hampir mendekati Rp 8 triliun. Utang tersebut merupakan akumulasi utang-utang sebelumnya. Beberapa kali, Merpati harus disuntik modal sepanjang perjalanannya.

Bukan hanya suntikan modal, Merpati pernah mendapatkan pesawat jenis MA buatan China pada era awal kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono , agar maskapai yang dulunya melayani rute perintis itu bisa terbang. Tetapi tetap saja, kinerja maskapai ini tetap merah.

Advertisement

Gonta-ganti, direksi dilakukan hampir 10 tahun terakhir ini. Saat Kementerian BUMN dipimpin Sofyan Djalil, beralih ke Mustafa Abubakar lalu ke Dahlan Iskan, tidak juga mengangkat maskapai penerbangan ini membukukan rapor hijau.

Menteri Badan Usaha Milik Negara pernah berseloroh, dia tidak yakin dengan pilihannya mengganti direksi. "Tidak tahu saya optimis atau tidak," kata Dahlan medio Juli tahun lalu saat mengangkat Asep Ekanugraha jadi dirut Merpati.

Berikut pergantian direksi Merpati hampir setiap dua tahunan, tetapi, kondisi Merpati masih layu dan tidak berkembang. Bahkan, izin penerbangan maskapai ini telah dicabut.

Advertisement

Capt Asep Ekanugraha

Dia adalah pengganti Rudy Setyopurnomo yang dipecat Dahlan, karena desakan internal dan utang yang bertambah. Pengangkatan Asep, melalui SK-317/MBU/2013.

Asep Ekanugraha, sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Operasi Merpati. Namun kemudian mengundurkan diri ketika Merpati mulai ditangani Rudy Setyopurnomo. Dia pun saat ini direkomendasikan untuk di copot dari jabatannya.

Di saat kepemimpinannya, komposisi utang Merpati saat ini terdiri dari utang pemerintah, BUMN, pajak dan swasta, karyawan dan Pemda. Utang pemerintah melalui pinjaman lunak pertama (SLA) yang dipergunakan untuk membeli pesawat jet 235, lalu pinjaman lunak kedua (SLA) yang dipergunakan untuk pengadaan pesawat jenis MA 60 dengan total Rp 2,4 triliun. Utang Pajak Merpati sebesar Rp 0,873 triliun, utang kepada swasta Rp 1,01 triliun, serta utang Merpati kepada karyawan Rp 0,262 triliun dan Pemda Rp 0,062 triliun.?

Rudy Setyopurnomo

Rudy didepak dari direktur utama Merpati, setelah dia bersitegang dengan karyawan. Bahkan, karyawan pun menyegel ruangannya. Rudy Setyopurnomo saat menjabat sebagai dirut menuduh bawahannya melakukan korupsi, yang membuat maskapai ini tidak berkembang.

Rudy kala itu mengaku tingkat korupsi di perusahaan tersebut sangat tinggi, mencapai 60 persen. Yang mengejutkan, bahan bakar untuk pesawat terbang atau avtur juga di korupsi. "Minyak (bahan bakar) juga dikorupsi," katanya medio Juni tahun lalu.

Rudy masuk menggantikan Sardjono Joni. Tetapi, saat ditinggalkan perusahaan memiliki utang sekitar Rp 3,14 triliun ke sejumlah pihak seperti PT Pertamina dalam bentuk utang bahan bakar. Utang ke Bank Mandiri dan PT Angkasa Pura II, kepada PT Perusahaan Pengelola Aset, dan PT Jasindo. Merpati mendapat suntikan dana sebesar Rp 561 miliar pada 2011, namun baru diterima akhir Desember 2011.?

Sardjono Joni

Pergantian Sarjono Joni yang diangkat saat era Menteri BUMN dijabat Mustafa Abubakar menuai kritikan tajam. Bahkan dia sempat ngadu ke DPR atas pergantiannya oleh Rudy Setyopurnomo.

Bahkan, dia mengklaim saat dirinya digantikan kondisi merpati mulai menanjak. Walaupun kondisinya pada saat itu masih utang karena pembelian pesawat MA dari China. Pada saat dipimpinya, kondisi Merpati bisa melayani 2,18 juta penumpang atau mencapai 3,64 persen. Karyawanpun mengaku gaji naik 25 persen.

"Dulu zaman Pak Jhony itu ada kenaikan gaji 25 persen. Pilot itu rata-rata kalau senior Rp 30 juta kalau junior di atas Rp 10 juta. Itu zaman Jhony dari Rp 30 juta naik lagi 25 persen," ujar Captain Ivan Paltak Siregar saat konferensi pers di Jakarta, April lalu.

Para karyawanpun, mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali menunjuk dia, dengan alasan mumpuni dan punya pengalaman di dunia bisnis penerbangan.?

Hotasi Nababan

Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi DP Nababan adalah salah satu direktur Merpati Nusantara Airlines. Tetapi nasib sial menghampirinya ketika divonis 4 tahun penjara terkait ?pengadaan dua pesawat melalui sistem leasing atau sewa oleh pengadilan tinggi, setelah pada pengadilan tingkat pertama bebas.

Saat krisis keuangan, MNA mengajukan sejumlah persyaratan tentang pesawat yang akan disewa. Syarat itu antara lain pesawat buatan 1990-1995, dengan 8 kursi bisnis dan 132 kursi kelas ekonomi. Akhirnya, dipilihlah jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-500. Tetapi, rencana penyewaan dua pesawat itu tidak melalui persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Setelah Hotasi, direksi dipimpin Cucuk Suryo Suprojomenjabat yang menjabat waktu lima bulan dan digantikan Bambang Bhakti dengan target melakukan restrukturisasi utang dan kinerja perseroan. Tetapi inipun tidak kesampaian. Sampai akhirnya, di 2014 ini Merpati berhenti terbang.?

(mdk/arr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.