35 Ribu Pegawai PLN Ancam Mogok Kerja, Ini Kata Menteri Jonan
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menanggapi ancaman Serikat Pekerja PT PLN (Persero) akan melakukan aksi mogok. Dia meragukan, pihak yang melakukan tuntutan tersebut bagian dari serikat pekerja, sebab berdasarkan informasi yang dia dapat para Pekerja PLN tidak akan melakukan aksi mogok.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menanggapi ancaman Serikat Pekerja PT PLN (Persero) akan melakukan aksi mogok. Dia meragukan, pihak yang melakukan tuntutan tersebut bagian dari serikat pekerja, sebab berdasarkan informasi yang dia dapat para Pekerja PLN tidak akan melakukan aksi mogok.
"Tanya saja, itu pegawai PLN bukan?" kata Jonan, saat meninjau kesiapan PLN dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, di Area Pengatur Beban (APB) PT PLN (Persero) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Ungaran, Semarang, Kamis (13/12).
Menurut Jonan, sebagai pelayan masyarakat tidak pantas melakukan aksi mogok, sebab memiliki tanggung jawab terhadap negara dan masyarakat. Jonan pun mempertanyakan loyalitas pihak yang akan mogok.
"Pelayan publik kok mau mogok, itu hatinya untuk bangsa negara atau bukan?" tuturnya.
Mengamini dugaan Jonan, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin menyatakan, pihak yang mengatasnamakan Serikat Pekerja PLN sudah tidak lagi berkarir di PLN. Dia pun membantah ada 35 ribu karyawan PLN yang akan melakukan mogok.
"Yang ngomong itu ketua serikat pekerja yang sudah pensiun, dia nggak punya anggota banyak, dia ngomong 35 ribu nggak ada," tandasnya.
Rencana aksi serikat pekerja tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi PLN saat ini sangat mengkhawatirkan dipandang dari berbagai segi. Di antaranya adalah, kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau 1 yang sedang ditangani Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), kasus ini membuat citra PLN jatuh.
Kekhawatiran berikutnya adalah kondisi keuangan PLN yang mengalami kerugian yang mencapai Rp. 18,48 Triliun pada triwulan 3 2018. Atas kondisi keuangan PLN tersebut, harus ada peninjauan ulang dari sisi penggunaan energi primer, karena menjadi beban pembiayaan terbesar di PLN.
Dia pun mengkritisi pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya pembangkit listrik yang masuk dalam program 35 ribu Mega Watt (MW). Sebab pembangunan pembangkit tersebut kebanyakan diserahkan ke swasta, dengan semakin mendominasinya listrik swasta maka pembelian produksi listrik dari pembangkit tersebut akan meningkatkan penggunaan mata uang dollar Amerika, kemudian berujung terpuruknya rupiah terhadap dollar Amerika.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Rencana Mogok 35.000 Pegawai PLN Dinilai Akan Timbulkan Keresahan
Deretan Perusahaan dan Anak Usaha BUMN yang Pegawainya Pernah Mogok Kerja
PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Meski Pegawai Mogok Kerja
Jika 35 Ribu Pegawai PLN Jadi Mogok, Pasokan Listrik ke Seluruh Indonesia Terhenti
35 Ribu Pekerja PLN Ancam Mogok Kerja, Ini Sebabnya