LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

3 Budaya Rahasia Alibaba Kelola Keberlanjutan Megabisnis Bernilai Rp 10.268 Triliun

Budaya perusahaan menjadi aspek vital dalam pertumbuhan bisnis di masa mendatang. Menurut salah satu pendiri Alibaba Group, Joe Tsai, terdapat tiga budaya yang dia yakini berperan penting dalam membangun perusahaannya yang bernilai USD 697 miliar atau setara Rp 10.268 triliun itu.

2020-08-12 07:00:00
Tips Sukses
Advertisement

Budaya perusahaan menjadi aspek vital dalam pertumbuhan bisnis di masa mendatang. Menurut salah satu pendiri Alibaba Group, Joe Tsai, terdapat tiga budaya yang dia yakini berperan penting dalam membangun perusahaannya yang bernilai USD 697 miliar atau setara Rp 10.268 triliun itu.

Dilansir dari CNBC, Joe Tsai, menegaskan bahwa 3 budaya tersebut bisa turut dijadikan visi, misi, dan nilai Alibaba.

"Di Alibaba, budaya adalah kepemilikan misi. Ada alasan bagi perusahaan untuk terus beroperasi selain hanya menghasilkan keuntungan," ujar Tsai.

Advertisement

Kedua, Anda membangun visi untuk masa depan. "Anda ingin perusahaan menjadi apa? Di mana Anda ingin perusahaan berada? Dan itu bisa menjadi target lima tahun atau sepuluh tahun perusahaan," lanjutnya.

Ketiga adalah nilai. Apa nilai-nilai yang Anda jalani. "Bagaimana Anda ingin karyawan Anda berperilaku di dalam dan di luar kantor? Tiga hal di Alibaba ini membentuk budaya kami."

Sejak didirikan pada 1999, bisnis Alibaba kini telah menggurita. Meski telah menjadi bisnis raksasa, misi Alibaba tetap sama. "Memberi kemudahan bisnis kapanpun. Membantu masyarakat kecil," ungkap Tsai.

Advertisement

Bangun Budaya Secara Masif, Ketepatan Memilih Karyawan Menjadi Kunci

Saat budaya terbentuk, tantangan selanjutnya ialah menyebarluaskannya ke setiap pekerja. Saat bisnis masih berskala kecil, hal ini tentu tak menjadi masalah. Tantangan muncul saat bisnis semakin membesar.

Tsai mengungkapkan saat bisnis Alibaba telah mendunia dan memiliki sekitar 120.000 karyawan, maka mempertahankan budaya ialah dengan cara merekrut tenaga kerja yang tepat.

"Tenaga kerja harus menjadi perhatian saat bisnis semakin membesar. Mengidentifikasi orang dan menempatkannya di posisi yang tepat. Saat mengerti kebutuhan pekerja dan mereka menerima budaya perusahaan, maka mereka akan menjadi aset berharga bagi pertumbuhan perusahaan," jelas Tsai.

Alibaba menargetkan bisa melayani 2 miliar konsumen. Perusahaan juga ingin menciptakan 100 juta pekerjaan dan memberdayakan 10 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2036.

"Di Alibaba, kami selalu mengatakan tidak ada talenta terbaik. Yang ada ialah talenta yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, "kata Tsai.

Oleh karena itu, menurut Tsai, para pemimpin besar harus membantu pekerja menempati posisi terbaiknya. "Jika orang datang ke suatu organisasi dan menyajikan energi negatif, itu buruk. Tetapi orang-orang yang dapat membawa energi positif akan memotivasi dan menginspirasi rekan satu tim mereka."

Reporter Magang : Brigitta Belia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.