LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

3 Bidang pekerjaan ini dibutuhkan di industri fintech

Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Ajisatria Suleiman mengatakan perkembangan industri fintech saat ini belum diiringi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

2018-08-06 15:43:43
Fintech
Advertisement

Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Ajisatria Suleiman mengatakan perkembangan industri fintech saat ini belum diiringi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

"Desember 2017 kami pernah survei terkait kebutuhan SDM di fintech. Ada 3 hal yg kami anggap penting untuk fintech ke depan," kata Ajisatria dalam sebuah acara edukasi Fintech di Jakarta, Senin (6/8).

Pertama, adalah SDM di bidang data science. Sektor tersebut sangat penting mengingat Fintech adalah sebuah teknologi terkini. Dengan data yang banyak, sebuah perusahaan fintech otomatis akan dapat menganalisa karakteristik dan perilaku finansial masyarakat saat ini.

Advertisement

"Ini penting untuk analisa karakteristik seseorang untuk tahu perilaku dan spending masyarakat," ujarnya.

Dia menjelaskan, di Indonesia sebetulnya data sudah banyak. Namun SDM-nya belum mencukupi. Padahal, dengan perkembangan data yang pesat maka produk baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat diciptakan dengan mudah.

"Data banyak, tapi tidak dioptimalkan secara ilmiah untuk pengembangan produk baru. Kami harap data science berkembang," ujarnya.

Advertisement

Kedua, UI/UX (User Interface dan User Experience) yang sangat memengaruhi tingkat retention dari user aplikasi fintech. Dia menjelaskan, produk keuangan yang selama ini digunakan oleh masyarakat sudah menjadi kebiasaan. Misalnya dalam hal memasukkan kode PIN atau penggunaan mesin EDC (Electronic Data Capture).

"Ada bank taruh pin di depan ada juga di belakang, nah itu pengaruh ke convenience (kenyamanan) dan perilaku seseorang. Letak dan warna tombol, itu juga pengaruhi perilaku adopsi user," jelas Ajisatria.

Ketiga, sektor risk management atau manajemen risiko. Namun untuk bidang ini, Ajisatria menyebutkan SDM yang ada sudah mencukupi.

"Untungnya SDM banyak karena bank punya bagian risk management sendiri. Dan sudah banyak diajarkan di masyarakat dan pengalaman dalam hal ini juga banyak. Tapi untuk dua hal yang pertama tadi yaitu data science dan UI/UX, kami harapkan lebih banyak lagi SDM di bidang ini."

Baca juga:
Asosiasi minta fintech dan perbankan berkolaborasi
HSBC gandeng Sampoerna Foundation rilis modul fintech pertama di Indonesia
Blue Bird bisa bayar pakai TCASH
Kreditcepat resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK
Ini hambatan pengembangan fintech di Indonesia versi OJK
Fintech dinilai jadi salah satu kunci UKM Indonesia naik kelas

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.