2019, Presiden Jokowi Perintahkan Perombakan Besar-besaran Sistem Pendidikan Vokasi
Presiden Jokowi menginginkan perombakan sistem pendidikan vokasi dilakukan secara sistematis dan terarah. Misalnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), perombakan harus dimulai dari kurikulum sampai penataan kompetensi. Perbaikan kualitas pendidikan juga mampu mendorong Indonesia ke arah yang lebih maju.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya merevitalisasi sistem pendidikan vokasi di Tanah Air guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perbaikan kualitas pendidikan juga mampu mendorong Indonesia ke arah yang lebih maju.
Ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas bertopik "Pembangunan SDM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi" di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11).
"Dalam empat tahun terakhir kita telah memulai langkah perombakan dan perbaikan dalam sistem pendidikan vokasi kita. Tetapi saya kira kita belum secara full melakukan perombakan besar-besaran," kata dia.
Presiden Jokowi menginginkan perombakan sistem pendidikan vokasi dilakukan secara sistematis dan terarah. Misalnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), perombakan harus dimulai dari kurikulum sampai penataan kompetensi. "Kita minta mulai tahun depan betul-betul dilakukan besar-besaran," ujarnya.
Tak hanya revitalisasi sistem pendidikan vokasi, Presiden Jokowi juga meminta keterampilan pencari kerja ditingkatkan. Salah satu caranya dengan memberikan pelatihan vokasi dan program sertifikasi.
"Saya melihat misalnya di Kementerian PU program sertifikasi untuk para pekerja juga program yang sangat bagus tetapi memang jumlahnya masih kecil. Dan program ini melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan termasuk melibatkan pesantren-pesantren. Sehingga kita harapkan para santri bukan hanya mendapatkan pendidikan agama tetapi juga bekal keterampilan," jelasnya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian PUPR dalam merevitalisasi sistem pendidikan vokasi. Revitalisasi dimulai pada 2019.
"Kalau fisik kan Kemendikbud. Tahun depan sudah ditangani oleh kementerian PUPR, kita hanya mengajukan skema-skema SMK mana saja yang harus direvitalisasi," katanya.
Menteri Muhadjir berharap, revitalisasi sistem pendidikan vokasi bisa menyasar sekitar 3.000 sampai 4.000 SMK. Terutama SMK prioritas seperti kelautan, pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.
Baca juga:
Kemendikbud Canangkan Program Keahlian Ganda Atasi Kurangnya Guru Vokasi
Ini Cara Kemendikbud Tekan Angka Pengangguran SMK
Jurus Kemendikbud Dorong Lulusan SMK Siap Pakai di Dunia Kerja
Menko Darmin ingin pelaksanaan pendidikan vokasi lebih terarah
Strategi pemerintah kurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK
Mendikbud klaim jumlah tenaga kerja dari lulusan SMK terus meningkat
Ini alasan pengangguran terbanyak dari lulusan SMK versi Airlangga