2019, Mobil desa buatan anak bangsa hadir dengan harga Rp 70 juta
Rencananya mobil pedesaan tersebut akan diproduksi di dua lokasi, yaitu Klaten dan Bekasi. Produksi massalnya akan dimulai pada awal 2019 dengan kapasitas awal hingga 6.000 unit. Rencananya, mobil tersebut akan dijual dengan harga antara Rp 60 juta-Rp 70 juta per unit.
PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI), perusahaan patungan PT Kiat Inovasi Indonesia dan PT Velasto Indonesia, akan memproduksi kendaraan pedesaan dengan merek Kiat Mahesa Wintor (KMW). Rencananya, mobil tersebut akan dijual dengan harga antara Rp 60 juta-Rp 70 juta per unit.
Direktur PT Velasto Indonesia, Reiza Treistanto, mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan uji coba dan penyempurnaan purwarupa yang akan diproduksi secara massal. Ditargetkan pada Juli mendatang ujicoba dan penyempurnaan telah selesai dilakukan.
"Jadi tes itu ada beberapa tahapan, kita lakukan paralel ini kita buat prototipe. Setelah prototipe kita ada (tes) endurence (ketahanan) selanjutnya. Test dilakukan setelah prototipe, tapi kita sekarang sedang cicil, kita lakukan itu," ujar dia di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (27/3).
Dia mengungkapkan, rencananya mobil pedesaan tersebut akan diproduksi di dua lokasi, yaitu Klaten dan Bekasi. Produksi massalnya akan dimulai pada awal 2019 dengan kapasitas awal hingga 6.000 unit.
"Kita mulai dengan 3.000-6.000 unit di awal 2019. Setelah itu kita akan kembangkan sesuai demand. (Nilai investasi) Sampai Rp 300 miliar sampai kapasitas 15.000 unit," ungkap dia.
Untuk penyerapan tenaga kerja, lanjut Reiza, akan sangat tergantung pada kapasitas produksi. Semakin banyak mobil yang diproduksi, maka semakin banyak pula tenaga kerja yang akan diserap.
"Sangat tergantung dengan kapasitas yang kita butuhkan. (Diawal) 200 orang. (Produksi sampai 15.000 unit) Tergantung pasarnya bagaimana. Yang kita tahu sekarang prospeknya, jumlah desa di Indonesia itu kan sekitar 70 ribuan. Nanti tergantung nanti berapa penyerapannya nanti tinggal dikalikan," kata dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Akhir tahun, mobil pedesaan buatan anak bangsa diluncurkan ke pasaran
Desa di Gorontalo ini sudah berbasis digital layani warganya
Menteri Eko: Kalau mau belajar tentang kultur desa, ya ke Purwakarta
Kemendes PDTT dan Forum Pertides fasilitasi pembinaan sistem keuangan desa di Lombok
Pulkamfest 2017, cara warga Banyumas promosikan produk kreatif desa
Tekan urbanisasi, Wapres JK minta pembangunan desa lebih maksimal
Para profesor 'turun gunung' sukseskan Desa Sejahtera Mandiri