2019, Menteri Rini minta Pertamina serap minyak Indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno meminta agar minyak produksi Indonesia dapat diserap semuanya oleh PT Pertamina pada 2019. Dengan terpilihnya Nikce Widyawati diharapkan untuk proses pengilangan minyak dalam negeri, minyak campurannya yang berasal dari impor bisa dikurangi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta agar minyak produksi Indonesia dapat diserap semuanya oleh PT Pertamina pada 2019. Hal ini terkait dengan ditetapkannya Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina.
"Jadi targetnya tahun depan itu, minyak yang diproduksi di Indonesia bisa diserap semua oleh Pertamina," kata Rini dikutip Antara, Rabu (29/8).
Dia menambahkan, dengan terpilihnya Nikce diharapkan untuk proses pengilangan minyak dalam negeri, minyak campurannya yang berasal dari impor bisa dikurangi.
"Bapak Presiden juga tekankan, bagaimana ini Pertamina kok impornya besar terus. Padahal kan bagaimana harus seoptimal mungkin memanfaatkan minyak dalam negeri," katanya.
Rini menyadari bahwa mungkin harus ada proses percampuran karena proses pengilangan itu memang ada formulanya dan spesifikasi minyaknya berbeda-beda. Pihaknya juga mendorong agar sejumlah proyek pengilangan yang tertunda ini bisa diteruskan dan dikerjakan oleh Pertamina dengan manajemen baru ini.
"Termasuk bagaimana meningkatkan efisiensi terhadap proses suply chain dari Pertamina," imbuhnya.
Rini juga menyebut sang dirut baru ini, sebelumnya juga pernah aktif di rekayasa industri dan pernah mengerjakan proyek proyek besar, khususnya di Pertamina dan lainnya.
Baca juga:
BUMN: Tak ada kepentingan politik dalam pengangkatan dirut Pertamina
Nicke Widyawati resmi jadi Dirut Pertamina
Hingga akhir Agustus, penyaluran Premium baru 44,29 persen dari target
Pertamina: Jaringan pipa gas kami lebih dari 9.600 Km, terpanjang di Asia Tenggara
Harga elpiji 3 Kg subsidi dijual Rp 50.000 per tabung di Palu
Meski beli minyak kontraktor dengan harga pasar, Pertamina mengaku tetap hemat