2019, Kemenko Maritim target Labuan Bajo disambangi 500 ribu wisman
Saat ini, hanya 91 ribu kunjungan per tahun.
Kementerian Koordinator Kemaritiman, menargetkan pengembangan Labuan Bajo menjadi lokasi wisata bisa menarik 500 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019. Saat ini, daerah terletak di ujung barat Flores, Nusa Tenggara Timur, itu baru mendapat 91 ribu kunjungan turis per tahun.
Hal ini diungkapkan Tenaga ahli Menteri Koordinator Kemaritiman Bambang Susanto Priyohadi, Jakarta, Kamis (23/6).
Menurutnya, wisman yang mengunjungi Labuan Bajo rata-rata menghabiskan uang sekitar Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta per hari.
"Rata-rata mereka stay 3-5 hari di Labuan Bajo. Bahkan banyak yang sampai 9 hari. Labuan Bajo itu didominasi wisman," ujarnya.
Jika dikalkulasi, sektor pariwisata Labuan Bajo menyumbang pemasukan sebesar Rp 600 miliar. Jumlah tersebut otomatis akan meningkat seiring pertambahan kunjungan wisman hingga mencapai 500 ribu pada 2019.
"Akumulasi kemungkinan pendapatannya bisa di atas Rp 20-Rp 60 triliun per tahun," katanya.
"Jadi Labuan Bajo itu bukan ecek-ecek. Wisata di komodo, orang-orang melihat komodo sehari, diving bisa 4 sampai 9 hari, kemudian menikmati pemandangan alam, kekayaan budayanya dan lainnya."
Diakui Bambang, sejumlah pemerintah kabupaten di NTT meminta agar potensi pariwisata di daerahnya dikembangkan. Terkait itu, Kemenko Maritim sudah memutuskan bahwa pengembangan pariwisata di provinsi tersebut akan dimulai dari Manggarai Barat.
"Pemkab berlomba-lomba menyiapkan lahan, semangat ini positif. Tapi kami pilih Manggarai Barat karena mengelolanya mudah dan banyak manfaat pembangunannya."
(mdk/yud)