LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

2018, PLN gelontorkan Rp 1,5 T bangun jaringan listrik bawah laut Sumatera-Babel

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera PLN, Budi Pengestu, mengatakan saat ini tahap persiapan tender sudah dimulai dan pengerjaan fisiknya akan dilakukan pada 2018. Nantinya proyek ini membutuhkan 36 kms kabel bawah laut serta sekitar 29 kms transmisi.

2017-12-15 16:25:10
PLN
Advertisement

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun jaringan transmisi bawah laut yang akan menghubungkan sistem kelistrikan Pulau Sumatera sampai ke Bangka Belitung (Babel). Kabel interkoneksi berkapasitas 150 kilo volt (KV) ini dibutuhkan karena koneksi di Bangka Belitung masih terisolasi dan terpisah dari jaringan listrik Sumatera.

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera PLN, Budi Pengestu, mengatakan saat ini tahap persiapan tender sudah dimulai dan pengerjaan fisiknya akan dilakukan pada 2018. "Rencana di 2020 beroperasi (rampung) dalam rangka meningkatkan kehandalan dan menurunkan BPP (Biaya Pokok Produksi) akan mengalirkan energi dari Sumsel lewat kabel laut ke Babel," ujarnya di Belitung, Bangka Belitung, Jumat (15/ 12).

PLN sendiri telah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun dalam proyek sambungan interkoneksi ini. Nantinya proyek ini membutuhkan 36 kms kabel bawah laut serta sekitar 29 kms transmisi. "Kita sudah siapkan 2 line bay extension di Gardu Induk Tanjung Api-api sampai ke Muntok," ungkapnya.

General Manager PLN wilayah Bangka Belitung, Susiana Mutia, mengakui BPP di Babel saat ini masih cukup tinggi. Penyebabnya, sebagian besar pembangkit yang ada merupakan pembangkit bertenaga diesel sehingga membutuhkan bahan bakar berupa minyak. Adapun pembangkit bertenaga batu bara jumlahnya masih sangat sedikit.

Saat ini, harga jual listrik di Babel masih lebih rendah dibandingkan BPP. Harga jual saat ini yakni sebesar Rp 1.212 per kWh semantara BPP sebesar Rp 2.636 per kWh. "PR nya memang bagaimana turunkan BPP," ucapnya.

Susiana menjelaskan, rasio elektrifikasi di Babel memang sudah 100 persen namun itu dibayar dengan BPP yang cukup tinggi bahkan untuk di pulau-pulau kecil harganya sampai Rp 4.000 - Rp 5.000 per kWh. "Jadi ini Public Service Obligation (PSO) atau penugasan saja jadinya. Rasio elektrifikasi 100 persen jadi resikonya tanggung BPP lebih besar," terangnya.

Melalui pembangunan sambungan interkoneksi bawah laut dengan jaringan Sumatera, pihaknya optimis akan sangat membantu dalam menurunkan BPP di Babel. Apalagi listrik yang dihasilkan dari jaringan Sumatera banyak berasal dari pembangkit bertenaga batu bara yang ongkos produksinya juga lebih rendah dari pembangkit lain.

"Kalau 3 tahun akan dibangun kabel laut itu maka kabel bawah laut sumbernya dari PLTU itu harga termurah. Nanti diesel digantikan batu bara. Jadi 60 persen batu bara dan sisanya yang lain maka BPP bisa turun banyak," ujarnya.

"Nanti ada 3 kabel 3x100 MW, 1 kabel stand by dan diturunkan di gardu induk. Ini sangat bantu karena akan ada batu bara masuk," tandasnya.

Baca juga:
Jaringan tol listrik Sumatera ditarget selesai semester I 2018
Kini listrik di Bawean nyala 24 jam
2018, PLN Disjaya rogoh Rp 80 M pindahkan kabel di tiang listrik ke dalam tanah
Ini Stasiun Penyedia Listrik Umum untuk kendaraan di PLN
PLN kembangkan wisata bahari dengan kapal listrik
PLN Disjaya target 1.000 SPLU terpasang hingga akhir 2017
PLN sabet dua penghargaan LHKPN 2017 dari KPK

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.