2018, Menteri Rini berencana bentuk holding BUMN tambang
"Salah satu tujuan sinergi ini agar punya kemandirian finansial."
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merencanakan pembentukan holding atau induk perusahaan pertambangan pelat merah pada 2018. Dengan begitu, ekspansi bisnis lebih mudah dilakukan.
"Apakah kemungkinan kemudian ada semacam sub holding yang kemudian dipegang 4 BUMN ini? Itu salah satu pemikiran karena dengan demikian salah satu tujuan sinergi ini agar punya kemandirian finansial. Dalam arti kalau mau ekspansi mau kembangkan usaha, tidak ganggu APBN," kata Rini seusai menyaksikan penandatangan nota kesepakatan sinergi antar empat BUMN tambang, Jakarta, Jumat (8/1).
Yakni, PT Antam, PT Bukit Asam, PT Timah, dan PT inalum. Keempatnya sepakat untuk bekerja sama dalam teknologi informasi, logistik dan pengadaan, pengembangan sumber daya manusia, investasi, eksplorasi geologi, pengelolaan komoditas pertambangan, dan sarana kesehatan.
Rini menargetkan skema kerja sama empat BUMN tersebut tuntas akhir 2016. Menurutnya, BUMN pertambangan harus bekerja sama mengolah mineral mentah menjadi produk bernilai tambah.
"Kami harus memanfaatkan hasil tambang itu untuk menjadi produk akhir. Karena perekonomian Indonesia salah satu yang masih lemah adalah manufacturing," katanya.
"Biarpun harga turun tapi kekayaan alam di pertambangan sebetulnya banyak negara iri. Mereka bisa membangun industrinya karena dapat bahan baku dari Indonesia."
Baca juga:
Bukit Asam bakal pasok setrum untuk pabrik feronikel Antam di Maluku
Wapres JK dukung KCJ beli kereta bekas Jepang
PLN-Pertamina sepakat harga uap PLTP Kamojang USD 6 sen per kwh
Target KUR Rp 120 T, JK tak ingin penyalurannya lamban seperti 2015
Keselamatan penerbangan, INACA klaim maskapai RI alami kemajuan