2018, bos BCA targetkan pertumbuhan kredit di atas 12 persen
Presiden Direktur PT Bank BCA Jahja Setiaatmadja menargetkan pertumbuhan permintaan kredit di atas 12 persen hingga akhir tahun. Pertumbuhan kredit ini sebagian besar didorong oleh permintaan korporasi yang cukup besar karena kebutuhan modal kerja mulai meningkat.
Presiden Direktur PT Bank BCA Jahja Setiaatmadja menargetkan pertumbuhan permintaan kredit di atas 12 persen hingga akhir tahun. Pertumbuhan kredit ini sebagian besar didorong oleh permintaan korporasi yang cukup besar karena kebutuhan modal kerja mulai meningkat.
"Support-nya permintaan dari korporasi cukup besar. Kelihatannya kebutuhan modal kerja mulai meningkat. Tapi kalau lihat siklus kredit biasanya pada kuartal ketiga dan keempat itu lebih tinggi dari kuartal satu dan dua," ujarnya di Pasific Place, Jakarta, Selasa (9/10).
Jahja melanjutkan, tak seluruh perbankan mampu memenuhi permintaan kredit dari nasabah. Hal ini karena terkadang perbankan tidak memiliki likuiditas yang memadai. Meski demikian, dia mamastikan BCA memiliki likuiditas yang cukup sehingga mampu memenuhi permintaan.
"Tentu yang menjadi kendala adalah bank-bank yang likuiditasnya ketat. Mereka biarpun ada permintaan kredit tapi tidak mampu memberikan kredit karena likuiditasnya kurang. Itu yang harus di cermati," jelasnya.
Sementara itu, terkait kenaikan bunga pinjaman, BCA telah menaikkan bunga sebanyak dua kali tahun ini. Pertama pada Agustus naik 0,25 persen, kemudian di Oktober naik 0,25 persen.
"Bunga untuk bunga pinjaman sudah duka kali kenaikannya. Pertama pada bulan Agustus naik sebesar 0,25 persen dan Oktober 0,25 persen juga menyesuaikan," jelasnya.
Baca juga:
2019, BCA anggarkan Rp 2 triliun kembangkan IT
Bos BCA: Kita tidak akuisisi Bank Panin, cuma perbankan kecil saja
Strategi bos BCA tangani masalah likuiditas perbankan
Bos BCA: Industri perbankan sudah belajar soal pelemahan Rupiah sejak 1998
Perkuat inovasi transformasi digital, BCA gelar Indonesia knowledge forum VII